SATELITNEWS.COM, LEBAK—Lima tahun sudah korban banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Januari 2020 tinggal di hunian sementara (huntara). Mereka menempati huntara terbuat dari bambu dan tenda terpal di Kampung Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak.
Kondisi itu mendapat sorotan dari anggota Fraksi Partai NasDem Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Lebak, Medi Juanda. “Saya sedih melihat saudara-saudara kita korban banjir bandang di Lebakgedong, dari tahun 2020 sampai sekarang masih tinggal di huntara. Ayo ke mana pemerintah,” kata Medi di sela rapat paripurna pengambilan keputusan (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Jabawan (LKPJ) bupati tahun 2024, di Gedung DPRD Lebak, Rabu (23/4/2025).
Medi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lebak di bawah kepimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lebak, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Amir Hamzah harus berupaya keras agar pada tahun depan ratusan keluarga yang masih tinggal di huntara sudah bisa mendapat tempat tinggal tetap dan layak. “Itu warga negara Indonesia. Saya minta hal ini kepada Pak Bupati dan wakil bupati, untuk disegerakan,” ucap Medi.
Merespon itu, Bupati Hasbi mengaku salah satu masalah yang dihadapi dalam proses penyediaan hunian tetap (huntap) korban banjir di Lebakgedong karena adanya perubahan kebijakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Mengubah dari dana siap pakai (DSP) menjadi RR (rehabilitas dan rekonstruksi) menjadi masalah yang kita hadapi. Tapi tiga hari ini kami jalin komunikasi dengan BNPB, dan hari ini sudah dapat jawaban, nanti saya minta langsung ke Kepala BPBD,” jelas Hasbi.
Untuk diketahui, sebanyak 115 kepala keluarga (KK) korban banjir bandang dan longsor Lebak pada Januari 2020 lalu saat ini masih tinggal di hunian sementara (huntara). Mereka menempati huntara terbuat dari bambu dan tenda terpal di Kampung Cigobang, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak. Mereka menagih janji pemerintah daerah sampai pusat agar direlokasi.(mulyana)
Baca Juga: Hasbi Jayabaya Jadi Pembina HKTI Lebak, Fokus Garap Penguatan Kelompok Tani

















