SATELITNEWS.COM, LEBAK – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Adjidarmo Rangkasbitung, Sabtu (26/4/2025), di sidak dua pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak Acep Dimyati dan Yanto serta anggota Komisi III Regen Abdul Aris. Dari hasil sidak ada beberapa yang menjadi temuan khusus pengenaan tarif untuk roda empat untuk dibebaskan.
Sidak yang dilakukan para wakil rakyat tersebut menindaklanjuti banyak keluhan masyarakat atas pelayanan rumah sakit berplat merah tersebut. Pelayanan di ruang instalasi gawat darurat (IGD) menjadi lokasi pertama yang mereka datangi. Beberapa hal ditanyakan kepada pegawai yang bertugas di ruang tersebut. Para dewan menyoroti pengelolaan parkir yang dikelola oleh pihak ketiga, Acep yang mengotot adanya ketidak sesuaian dalama aturan pengenaan tarif mobil.
Acep menilai, pengenaan tarif kepada kendaraan roda empat di gate tersebut tidak boleh dilakukan lantaran tak sesuai aturan. Menurutnya pihak pengelola tidak menyediakan lahan parkir untuk mobil sehingga tidak ada kewajiban untuk memungut tarif.
“Kenapa kami bilang ini ilegal karena lahan yang di titik ini tidak dikerjasamakan, tidak boleh dipungut kecuali yang di sana sepeda motor itu resmi, jadi kami tegaskan mobil gratis. Saya minta gate ini dibongkar dan dipindahkan ke titik gate masuk,” jelas Acep
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak memungkiri bahwa tempat tidur IGD seringkali penuh dan tidak sedikit pasien yang harus terpaksa di lantai.
“Kami mau mengecek bagaimana pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan kepada pasien, termasuk memastikan RSUD tidak menolak pasien yang seharusnya sangat membutuhkan penanganan darurat,” kata Acep.
Baca Juga: Waduk Karian Lebak Semakin Mengering, Jejak Permukiman Lama Jadi Magnet Wisata
“Kami paham ruangan ini dan tempat tidurnya terbatas, tapi yang harus rumah sakit tidak boleh abaikan adalah penanganan terhadap pasien,” tegasnya.
Setelah mendapat penjelasan dari pegawai di ruang IGD, dewan lalu menuju ke bagian belakang gedung. Sebuah ruangan baru yang masih terkunci mendapat perhatian dari ketiga wakil rakyat itu.
Rupanya ruangan yang didalamnya terdiri dari beberapa tempat tidur bakal difungsikan sebagai ruang transit. Pasien yang telah mendapat penanganan awal di ruang IGD dan kondisinya stabil akan dipindah ke ruang tersebut sambil menunggu ketersediaan tempat tidur di ruang perawatan.
“Kenapa ruangan ini belum dipakai? Apa lagi yang kurang atau nunggu apa lagi?” tanya Yanto.
“Saya minta ya ruangan transit ini bisa segera dioperasikan untuk mengatasi ruang IGD yang sering penuh,” sambung Yanto. (mulyana)
























