SATELITNEWS.COM, SERANG – Budaya Naturalisasi atau pemain cabutan, kerap terjadi dalam beberapa pertandingan bergengsi. Demi sebuah gengsi sebuah club atau daerah, naturalisasi itu seolah menjadi jalan akhir, ketika pemain yang ada dirasa tidak akan mampu menghasilkan sebuah capaian yang maksimal.
Pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXII Tingkat Provinsi Banten tahun 2024 lalu, isu kafilah naturalisasi itu muncul ke publik dari pengurus LPTQ Kota Cilegon. Hal itu disebabkan, aturan panitia MTQ yang membuka ruang bagi daerah bisa merekrut kafilah dari luar.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Dimyati Natakusumah, mengingatkan kepada panitia pelaksana dan dewan hakim untuk memperketat hal itu.
Menurut Dimyati, panitia harus melakukan pengecekan yang ketat. Karena kalau hal itu dibiarkan, maka ketika akan mengikuti MTQ nasional, peserta tersebut sudah lebih dulu diambil oleh daerah lain. Padahal, salah satu tujuan dari pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi ini, untuk mempersiapkan kafilah yang akan mengikuti ajang MTQ nasional nanti.
“Saya berharap, semuanya dari lokal. Kalau naturalisasi memang orang lokal, tapi banyak aktivitasnya di luar. Maka dari itu, peran dewan hakim sangat penting, karena ia menjadi wasit dan hakim garis. Kalau kata dia offset, ya harus ada hukuman,” kata Dimyati.
Dikatakan Dimyati, untuk mempersiapkan SDM yang siap berkompetisi dalam setiap pelaksanaan MTQ, seluruh Pemda seharusnya bisa mewajibkan kurikulum Baca Tulis Alquran (BTQ) di setiap jenjang pendidikan. Setidaknya, itu masuk ke dalam Kurikulum Muatan Lokal (Munlok).
Baca Juga: Andra Soni: Irigasi Cisata Pandeglang Tingkatkan Produktivitas Petani
“Termasuk hafalan Juz‘Ama atau menghafal Alquran,” pungkasnya.
Pemerintah Daerah (Pemda), harus mendorong hal itu bisa diterapkan di semua jenjang Pendidikan. Karena kita sebagai orang tua akan sukses manakala anak-anak kita menjadi generasi emas yang hafal Alquran.
“Tidak ada gunanya anak-anak kita kaya dan mempunyai jabatan tinggi, jika tidak bisa membaca Alquran,” pungkasnya.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, antusiasme masyarakat begitu tinggi menyambut pelaksanaan MTQ XXII Provinsi Banten tahun 2025. Mudah-mudahan dengan antusiasme yang tinggi itu, rangkaian kegiatan MTQ ini berjalan sukses sampai akhir.
“Yang paling penting juga, selain sebagai syiar momen MTQ ini juga sebagai penggalian bakat anak-anak para calon generasi Qurani,” kata Andra.
Melalui acara MTQ XXII ini, Andra Soni juga mengajak kita semua untuk senantiasa membumikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana yang pernah diucapkan sahabat nabi Umar bin Khattab.
Baca Juga: Persaingan Kerja Makin Ketat, Belasan Ribu Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi
“Tak pernah satupun ayat yang sahabat pelajar langsung dari Rasulullah kecuali telah mereka praktekkan,” ujarnya.
Semoga para kafilah yang mengikuti MTQ, bisa menjadikan momentum ini untuk meningkatkan pengetahuan pemahaman dan pengalaman isi kandungan Alquran.
“Sehingga nantinya para kafilah yang luar biasa ini bisa mewakili nama Provinsi Banten di arena MTQ tingkat nasional,” pungkasnya.
Wamenag RI Romo Muhammad Syafi’i, mengapresiasi pelaksanaan MTQ di Provinsi Banten ini cukup meriah, dan apa-apa yang ditampilkan dalam defile dari seluruh Pemda tadi sangat berkesan.
“Mereka menunjukkan semangat yang luar biasa, dengan satu tekad yang sama menjadi juara. Tapi bukan untuk membanggakan diri, atau sekedar untuk membuktikan bahwa daerahnya masih mencintai Alquran,” katanya.
Tapi lebih dari itu, dengan diselenggarakannya MTQ setiap tahun dari ruang lingkup terkecil sampai nasional, itu membuktikan jika kita semua akan selalu menjaga kesucian dan keutuhan Alquran.
“Apalagi tadi ada penampilan dari cerita sosok Arya Wangsakara. Saya bahkan baru menyaksikan dengan langsung, begitu indah dan perkasanya Putra Banten tidak hanya menjadi pengawal Banten dan pengawal agama Islam, tapi menjadi benteng tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya. (luthfi)
























