SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggulirkan inisiatif strategis untuk memperkuat perekonomian desa melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di 276 desa dan kelurahan. Program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menyampaikan hal ini saat sosialisasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di GSG Pemkab Tangerang, Tigaraksa, Selasa (29/4/2025), di hadapan para camat, kepala desa, dan lurah se-Kabupaten Tangerang.
“Alhamdulillah, hari ini kita mendapat dukungan dari Kementerian Koperasi dan Dinas Koperasi Provinsi Banten dalam mensosialisasikan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Tujuannya adalah menggerakkan roda ekonomi di desa serta memperkuat ketahanan pangan,” ujar bupati kepada satelitnews.com.
Koperasi ini, lanjutnya, akan mencakup berbagai layanan seperti fasilitas klinik kesehatan, distribusi kebutuhan pokok, hingga sektor-sektor ekonomi lain yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat setempat.
Menurut bupati, pembentukan koperasi ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa. “Dengan koperasi, perputaran uang di desa meningkat. Dampaknya bukan hanya pada ekonomi desa, tetapi juga memberi kontribusi pada keuangan daerah, negara, dan yang paling penting, kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia meminta seluruh kepala desa untuk segera membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai dasar pendirian koperasi. “Pembentukan koperasi dilakukan serentak di seluruh desa dan kelurahan. Camat akan bertugas melakukan pembinaan teknis dan pendampingan agar operasional koperasi bisa segera berjalan,” tambahnya.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Dorong UMKM Segera Urus Sertifikasi Halal
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Rd. Anna Ratna Maemunah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari kebijakan nasional.
“Dasar pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025, serta berbagai regulasi dari Kementerian Koperasi dan Kementerian Desa tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih,” jelasnya.
Anna juga menambahkan, bahwa dari 500 koperasi yang terdaftar di Kabupaten Tangerang, hanya sekitar 300 koperasi yang masih aktif. Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong koperasi lainnya kembali aktif, sehingga mampu berkontribusi aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah
“Kami berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus dalam pendampingan dan pemantauan pembentukan koperasi Merah Putih agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menekankan pentingnya komitmen dalam keberhasilan koperasi. “Koperasi adalah soko guru ekonomi bangsa. Keberhasilannya terletak pada integritas dan komitmen para pengurus,” tutupnya.
Sementara terkait BUMDes, Kepala DPMPD Kabupaten Tangerang, Yayat Rohiman mengungkapkan, bahwa BUMDes dari 246 desa, yang terdaftar di DPMPD baru 101 BUMDes, dan dari jumlah itu yang sudah berbadan hukum baru 38 BUMDes. “Kami lagi proses, dibantu tenaga ahli, sehingga bisa semua berbadan hukum, serta untuk support yang belum mendirikan BUMDes untuk mendirikan BUMDes,” jelasnya.
Baca Juga: 200 PKL Jalan Kiasnawi Tangerang Direlokasi Mulai 14 Oktober 2026
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh 29 camat, 28 lurah, dan 246 kepala desa se-Kabupaten Tangerang. Dalam agenda hari ini disampaikan paparan dari Kementerian Koperasi tentang kebijakan nasional pembentukan koperasi, serta sosialisasi dari Dinas Koperasi UKM Provinsi Banten.
Asisten Deputi Kepatuhan Prinsip dan Penilaian Kesehatan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi, Dandy Bagus Ariyanto menambahkan, program pembentukan koperasi ini sangat penting sebagai peningkatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan desa. Dasar hukumnya pun sudah kuat dari instruksi presiden dan lainnya. Targetnya terbentuk 70 ribu sampai 80 ribu koperasi. (aditya)





















