SATELITNEWS.COM, LEBAK—Warga Lebak Selatan (Baksel) optimis pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Cilangkahan terwujud pada tahun 2027. Sebab hingga saat ini prosesnya masih terus dibahas oleh pemerintah.
Optimisme salah satunya disampaikan Kepala Desa Bayah Timur sekaligus pengurus Badan Koordinasi (Bakor) Cilangkahan yakni Rafik Rahmat Taufik. Ia menilai bahwa tahapan dan persyaratan administratif yang dibutuhkan sudah hampir seluruhnya terpenuhi.
“Soal Cilangkahan kelanjutannya memang kemarin kita dapat informasi dari Wakil Ketua DPR itukan mengundang Dirjen Otda ya membahas soal salah satunya sejumlah wilayah yang memang mengusulkan untuk pemekaran wilayah,” terang Rafik melalui telepon selulernya, Kamis (1/5/2025).
Rafik menyebutkan, dari hasil pembahasan tersebut, pihaknya masih menunggu pembahasan berikutnya dari DPR RI dan Kemendagri mengenai DOB Cilangkahan yang ditargetkan akan mulai rampung 2027 setelah moratorium dicabut. “Cuman memang dari hasil kesimpulan itu ada beberapa kesimpulan, yang jelas kami masih optimis Cilangkahan akan jadi di 2027,” tuturnya.
Wilayah selatan Lebak memiliki potensi besar yang belum tergarap maksimal. Sebab keterbatasan pelayanan dan perhatian dari pemerintahan. Pemekaran daerah diyakini akan mempercepat pembangunan dan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat Lebak Selatan.
“Sejumlah gerakan-gerakan terus kita lakukan ya, baik melalui gerakan-gerakan DOB Cilangkahan yang berisi anak-anak muda, terus membuat gerakan-gerakan dari Bakor PKC bahkan kan kami sudah membentuk tim percepatan tim percepatan untuk mendesak DOB segera dipercepat,” pungkasnya.
Baca Juga: Dihadapan Komisi II DPR RI, Wagub Dimyati Singgung Soal DOB Cilangkahan
Hal serupa, diungkapkan Sulaiman, warga Wanasalam yang turut mendukung rencana pemekaran tersebut. Sebagai warga biasa, ia merasakan langsung kesenjangan dalam pelayanan publik, mulai dari akses kesehatan hingga pendidikan. “Kalau mau ke rumah sakit besar, kami harus ke Rangkas atau bahkan ke Serang. Kalau sudah ada DOB, fasilitas kesehatan bisa dibangun di wilayah kami sendiri,” ucap Sulaiman.
Ia mengaku bahwa masyarakat Wanasalam sudah sejak lama menantikan perubahan nyata melalui pemekaran. Menurutnya, pemekaran juga akan membuka peluang kerja baru bagi generasi muda. “Kalau ada kantor pemerintahan sendiri, ekonomi lokal akan ikut tumbuh. Anak-anak muda tidak perlu merantau jauh hanya untuk mencari pekerjaan,” pungkasnya.(mulyana)
























