SATELITNEWS.COM, LEBAK–Ribuan warga suku Adat Baduy, tiba di Kota Rangkasbitung menuju kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lebak. Kedatangan mereka dengan ciri khasnya menggunakan pakaian putih hitam dan biru hitam bikin suasana merinding sejumlah pengunjung.
Salah satunya seperti dirasakan Azizi bersama istrinya. Warga Rangkasbitung yang sebelumnya beraktivitas di Tangerang ini mengaku takjub pada gelaran Seba Baduy ini.
Karena baru pertama kali dia melihat langsung proses kedatangan warga Baduy. Ini menurutnya bagaikan lautan samudera yang membentang luas.
“Bikin merinding, tapi saya takjub. Baru pertama kali saya lihat langsung ini. Biasanya hanya di media sosial aja,” ujar Azizi.
Menurutnya, ini merupakan budaya yang perlu dipelihara dan dijaga baik itu oleh pemerintah. Karena, ini benar-benar menjadi ikon yang luar biasa untuk Kabupaten Lebak.
“Seba Baduy ini saya kira akan menjadi acara penting, pengunjung dari berbagai daerah hadir. Artinya ini (Seba Baduy) memang luar biasa,” ucap Azizi yang tak henti-henti mengatakan bahwa kegiatan ini sungguh menakjubkan.
Baca Juga: Perputaran Uang di Seba Baduy Tembus Rp1,7 Miliar
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Seba Baduy Geude ini terdapat 1.760 orang yang berangkat untuk melaksanakan seba ke Bupati Lebak, mereka berangkat dari pukul 04.00 WIB, dengan menempuh jarak tempuh 50 kilometer dari Desa Kanekes menuju Pendopo Pemkab Lebak.
Khususnya warga Baduy Dalam mereka berjalan kaki, sementara untuk masyarakat Baduy luar sebagian menggunakan kendaraan. Setibanya di Pendopo Pemkab Lebak, ribuan warga Suku Baduy di sambut Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah.
“Ada 1.760 warga Baduy yang melaksanakan Seba Baduy,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Imam Rismahayadin menyerahkan ribuan warga Suku Baduy ke Wakil Bupati Lebak.
Imam menuturkan, tahun ini Seba Baduy merupakan Seba Gede. Seba Baduy digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak untuk memeriahkan tradisi seba yang menjadi ritual tahunan masyarakat Baduy.
“Pada event tahun ini juga berkolaborasi dengan Paguyuban Sumedang Larang Banten yang akan merayakan ulang tahun. Ini juga tepat dengan tema yang tahun ini diusung dalam event tersebut, menjaga budaya. Jadi kita harapkan juga ada kolaborasi budaya,” ujarnya.
Untuk diketahui, seba merupakan upacara tradisional yang biasa dilakukan masyarakat Suku Baduy. Tradisi seba biasanya dilakukan dalam rangka menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah dalam satu tahun.
Baca Juga: Pemkab Lebak Targetkan Seba Baduy Masuk 10 Besar KEN
Upacara ini rutin digelar setiap tahun yang di dalamnya ada prosesi silaturahmi antaran masyarakat Suku Baduy dengan pemerintah setempat. Tradisi seba dilakukan di Pendopo Pemkab Lebak dan Provinsi Banten.
Seba adalah kata dalam bahasa Baduy yang artinya persembahan. Dalam konteks upacara seba, masyarakat Baduy atau Urang Kanekes akan mempersembahkan hasil panen kepada pemerintah.
Berdasarkan sejarah, Seba sudah dilakukan oleh masyarakat Baduy dalam kurun waktu yang lama. Konon, upacara Seba ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam tepatnya pada masa kejayaan Kesultanan Banten.
Tradisi Seba ini juga menjadi wujud kesetiaan dan ketaatan Suku Baduy kepada pemerintah. Pemerintah yang dimaksud dalam hal ini adalah Pemerintah Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten. Tujuan upacara Seba dapat diartikan sebagai kunjungan resmi masyarakat Baduy setelah musim panen.(mulyana)
























