SATELITNEWS.COM, LEBAK—Pemerintah Kabupaten Lebak menaruh harapan besar pada gelaran budaya Seba Baduy 2026 agar mampu menembus jajaran 10 besar Kharisma Event Nusantara (KEN). Target tersebut disampaikan Bupati Lebak, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, usai puncak pelaksanaan Seba Baduy di Pendopo Bupati Lebak, Jumat (24/4/2026) malam.
Hasbi menilai, Seba Baduy memiliki kekuatan budaya yang khas dan berpotensi besar untuk bersaing di tingkat nasional. Dari ratusan event yang masuk dalam kalender KEN Kementerian Pariwisata RI, Lebak berupaya mendorong tradisi tahunan ini naik kelas dan semakin dikenal luas. “Dari 125 event yang ada di Kharisma Event Nusantara, kami menargetkan Seba Baduy bisa masuk 10 besar. Ini bukan hal mudah, tapi kami optimistis bisa mencapainya,” ujar Hasbi.
Ia mengakui, persaingan antar event budaya cukup ketat. Bahkan di wilayah Lebak sendiri terdapat sejumlah tradisi serupa yang juga memiliki daya tarik kuat, seperti Seren Taun Cisungsang dan Seren Taun Kasepuhan Cisitu. Meski begitu, pemerintah daerah tetap percaya diri dengan keunikan dan nilai filosofis yang dimiliki masyarakat Baduy.
Pada tahun ini, Seba Baduy mengangkat tema “Warisan Karuhun, Inspirasi Kiwari, Ngahiji dina Tradisi”. Tema tersebut menjadi refleksi pentingnya menjaga nilai-nilai leluhur, terutama dalam hal pelestarian alam, sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Menurut Hasbi, tradisi Seba tidak hanya sekadar agenda budaya, tetapi juga sarat makna dan pesan moral, khususnya terkait hubungan manusia dengan alam. Filosofi yang diwariskan masyarakat Baduy menjadi pengingat penting akan keseimbangan lingkungan. “Pesan yang disampaikan jelas, alam harus dijaga. Gunung tidak boleh dirusak, begitu juga dengan wilayah lebak. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Dalam pelaksanaan tahun ini, sebanyak 1.552 warga Baduy luar dan dalam dari Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, berjalan kaki menuju Pendopo Lebak untuk menjalankan ritual Seba. Mereka membawa hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas keberkahan yang diperoleh selama setahun terakhir.
Baca Juga: Pemuda Lebak Diminta Jangan Cuma Jadi Penonton
Kedatangan masyarakat Baduy disambut sebagai bentuk silaturahmi sekaligus penghormatan kepada “Bapak Gede”, sebutan bagi kepala daerah. Setelah prosesi di Lebak, rombongan Baduy melanjutkan perjalanan untuk menemui Gubernur Banten. Tak hanya menjalankan tradisi, masyarakat Baduy juga menyampaikan pesan penting kepada pemerintah, khususnya terkait perlindungan lingkungan. Mereka mengingatkan agar kualitas air sungai tetap dijaga dan tidak tercemar limbah.
“Air itu kebutuhan semua orang, jangan sampai dikotori. Kami berharap pemerintah serius menjaga lingkungan, terutama sungai dari pencemaran,” ujar Jaro Tangungan 12, Saidi Putra. Ia juga mengingatkan pentingnya langkah antisipatif agar kerusakan lingkungan tidak memicu bencana alam seperti banjir dan longsor.
Pemerintah Kabupaten Lebak berharap, melalui penguatan promosi dan pelestarian nilai budaya, Seba Baduy dapat menjadi salah satu event unggulan nasional yang tidak hanya mengangkat kearifan lokal, tetapi juga berdampak pada peningkatan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.(mulyana)

















