SATELITNEWS.COM, LEBAK – Lomrah (54), warga Kampung Leuwidulang, Desa Sekarwangi, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, nyaris kehilangan nyawa saat rumahnya dilalap si jago merah ketika dirinya tengah terlelap tidur, Jumat (6/11/2026) dini hari.
Beruntung, ia terbangun dan berhasil menyelamatkan diri sebelum kobaran api menghanguskan seluruh bangunan rumahnya.
Peristiwa mencekam tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Saat sebagian besar warga masih terlelap, api tiba-tiba membesar dan dengan cepat menjalar ke seluruh bagian rumah yang konstruksinya didominasi material mudah terbakar.
Menyadari rumahnya terbakar, Lomrah langsung bergegas keluar untuk menyelamatkan diri. Ia kemudian meminta bantuan warga sekitar. Sejumlah warga yang berdatangan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, besarnya kobaran api membuat upaya warga tidak membuahkan hasil. Rumah milik Lomrah akhirnya hangus beserta barang-barang di dalamnya.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena api berpotensi merembet ke bangunan lain. Warga pun berupaya memutus rambatan api agar tidak meluas. Akibat upaya tersebut, tiga rumah lainnya turut mengalami kerusakan.
Kasi Penanggulangan dan Penyelamatan Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lebak, Saeful Musabik, mengatakan petugas Pemadam Kebakaran Pos Sektor 3 Cipanas langsung diterjunkan setelah menerima laporan kejadian. Petugas kemudian melakukan penanganan di lokasi, terutama proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran.
Baca Juga: Bikin Siswa Panik, Ular Sanca Masuk ke Kamar Mandi Sekolah di Ciledug
“Ketika petugas tiba di lokasi, api sudah berhasil dipadamkan dan hanya menyisakan bara. Kami langsung melakukan pendinginan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali,” ujar Saeful.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang cukup besar. Selain rumah Lomrah yang ludes, tiga keluarga lainnya juga harus menanggung kerusakan bangunan akibat terdampak kebakaran.
“Untuk total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Dugaan sementara, sumber api berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik,” pungkasnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari instalasi listrik.
“Pemeriksaan kondisi kabel dan sambungan listrik secara berkala penting dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” imbaunya.(mulyana)

















