SATELITNEWS.COM,SERANG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang, terus berupaya meningkatkan budaya literasi masyarakat, melalui pengembangan ekosistem perpustakaan yang terintegrasi dan berbasis inklusi sosial. Upaya tersebut dilakukan, dengan memperkuat jejaring perpustakaan.
Kepala DPKD Kabupaten Serang, Rahmat Fitriadi mengatakan, pihaknya tidak hanya mengoptimalkan layanan perpustakaan daerah yang berlokasi di Kecamatan Pabuaran, tetapi juga melakukan pembinaan terhadap perpustakaan sekolah, perpustakaan khusus di organisasi perangkat daerah (OPD), hingga perpustakaan umum di tingkat masyarakat.
“Jadi, kita sudah melakukan pemetaan. Jumlah perpustakaan yang aktif dan terdaftar di Kemendagri kurang lebih ada 946 perpustakaan, termasuk perpustakaan daerah,” kata Rahmat, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, ratusan perpustakaan tersebut perlu dibangun dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Salah satu strategi yang disiapkan yakni melalui jejaring dan program silang layang koleksi buku antar perpustakaan.
Dengan konsep tersebut, koleksi buku yang dimiliki perpustakaan daerah nantinya dapat dipinjam-pakaikan kepada perpustakaan sekolah maupun perpustakaan lainnya sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.
“Jadi, kita membuat suatu komunitas, atau ekosistem perpustakaan yang saling berjejaring dan berkaitan satu sama lain. Koleksi yang ada di perpustakaan daerah bisa kita pinjam-pakaikan ke perpustakaan sekolah dan lainnya,” ujarnya.
Baca Juga: Gebyar Produk Ekspor, Bupati Serang Dorong Produk UMKM Tembus Pasar Global
Rahmat menjelaskan, langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan. Perpustakaan sekolah nantinya tidak hanya menyediakan buku untuk kebutuhan pelajar, tetapi juga koleksi bacaan umum sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar.
Selain memperkuat jejaring, DPKD juga tengah melengkapi sarana dan prasarana perpustakaan daerah untuk mewujudkan konsep literasi berbasis inklusi sosial.
Konsep tersebut diarahkan agar perpustakaan dapat menjadi ruang belajar dan sumber pengetahuan bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak usia dini hingga lanjut usia.
Sebab, setiap kelompok masyarakat memiliki kebutuhan literasi yang berbeda. Karena itu, pengembangan layanan perpustakaan akan disesuaikan dengan kebutuhan anak PAUD, TK, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
“Harapannya, dengan literasi masyarakat yang semakin tinggi, pengetahuan dan keterampilan masyarakat juga semakin baik. Sehingga pemberdayaan masyarakat meningkat dan pada akhirnya peradaban kita semakin baik,” pungkasnya. (sidik)

















