SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyerahkan Surat Penunjukan Pemenang Lelang (SPPL) kepada PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) melalui unit usahanya PT Indoplas Energi Hijau (IEH) bersama mitra teknologi asal Tiongkok, China Tianying Inc (CNTY). SPPL ini menjadi tonggak awal bagi pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong dan ditargetkan beroperasi tahun 2029 mendatang.
Proyek strategis nasional (PSN) ini akan mengolah sedikitnya 1.100 ton sampah per hari menggunakan teknologi Moving Grate Incinerator (MGI) yang ramah lingkungan. Dengan investasi senilai Rp2,65 triliun dari pihak swasta tanpa menggunakan dana APBD, pembangunan fasilitas PSEL ini ditargetkan selesai pada 2028 dan mulai beroperasi penuh pada 2029.
Diketahui, proyek ini merupakan hasil lelang tender nasional yang dimenangkan oleh konsorsium IEH-CNTY, dengan Surat Keputusan Penetapan Pemenang yang telah diterbitkan sejak 17 April 2025. CNTY merupakan perusahaan asal China yang juga sudah berpengalaman dalam pengolahan sampah modern di berbagai negara. dan bergerak dalam industri perkotaan dan pemulihan sumber daya serta bidang teknologi energi bersih tanpa karbon, termasuk pengolahan limbah menjadi energi.
Pimpinan Konsorsium IEH-CNTY, Bobby Gafur Umar menyampaikan bahwa fasilitas ini tidak hanya akan mengatasi persoalan sampah baru. Tapi juga akan memproses sampah lama yang telah menumpuk di TPA selama ini. Sehingga, lanjut dia, PSEL Cipeucang ini nantinya akan mampu mengurangi beban TPA yang sudah sangat sesak sampah dan cenderung menjadi lokasi yang tidak sehat.
“PSEL ini bisa mengolah hingga 90 persen sampah tanpa perlu pemilahan terlebih dahulu. Ini solusi jangka panjang untuk lingkungan dan juga energi,” kata Bobby.
Ia juga memastikan bahwa fasilitas ini akan bebas bau dan emisi berbahaya, serta akan mengikuti standar internasional dalam pengolahan sampah. Proyek ini disebut sejalan dengan arah kebijakan nasional menuju kemandirian energi dan pengembangan energi terbarukan.
Baca Juga: Hingga Hari Keempat, Kebakaran Tumpukan Sampah di Pinang Belum Padam
“Pengolahan sampah menjadi energi akan menjadi fokus utama bisnis kami, dan kami siap mendukung kota-kota lain di Indonesia yang ingin membenahi sistem persampahannya. Yang jelas, PSEL ini tidak hanya memberikan solusi modern bagi permasalahan sampah, tapi akan menjadi salah satu fasilitas yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tangsel,” paparnya.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menyatakan proyek ini akan menjadi sejarah pengelolaan sampah. “Kota Tangerang Selatan akan menjadi tonggak lahirnya pengelolaan sampah perkotaan dengan teknologi modern yang ramah lingkungan di Indonesia,” ujar dia.
“Pembangunan prasarana pengolahan sampah ini merupakan salah satu bukti komitmen pemerintah daerah dalam membenahi tata-kelola persampahan di Kota Tangsel,” jelas Benyamin.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar di Kementrian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rachmat Kaimuddin mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel. Rachmat menyampaikan bahwa Kota Tangsel telah mengambil langkah konkret dalam merealisasikan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
“Saya ingin mengucapkan selamat atas pencapaiannya Kota Tangsel yang menunjukkan komitmen mereka dalam misi energi bersih (dengan pembangunan PSEL Cipeucang),” sebutnya.
Rachmat menegaskan, proyek PSEL Cipeucang adalah jawaban konkret atas tantangan besar pengelolaan sampah di kota metropolitan seperti Kota Tangsel yang menghasilkan ribuan ton sampah setiap harinya.
Baca Juga: Redam Debu Vulkanik, Pemkot Tangsel Semprot Jalan Protokol Dini Hari
Dengan begitu, sampah-sampah yang dihasilkan baik dari rumah tangga maupun industri itu tidak merugikan masyarakat, tetapi justru bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tentunya tetap dibarengi dengan kesadaran setiap individu dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan teknologi yang digunakan agar proyek ini dapat beroperasi optimal dalam jangka panjang.
“Kami titip, mohon teman-teman di Tangsel yang diberikan teknologi yang baik dan juga maintenance-nya yang baik supaya bisa bertahan selama masa berikutnya,” pungkasnya. (eko)
























