SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah serta dana sosial keagamaan lainnya tahun 2025 sebesar Rp17,6 miliar. Hingga saat ini, realisasi pengumpulan telah mencapai Rp9,8 miliar.
“Target pengumpulan ZIS DSKL tahun 2025 di angka 17,6 miliar. Sampai saat ini sudah terkumpul Rp9,8 miliar,” ujar Ketua Baznas Tangsel, Mohammad Subhan, Selasa (6/5).
Subhan mengatakan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan potensi pengumpulan dana dari berbagai sektor dan momentum keagamaan mendatang seperti Idul Adha dan lebaran anak yatim di bulan Muharam.
“Mudah-mudahan di event tersebut kami bisa memaksimalkan pengumpulannya dan penyalurannya,” katanya.
Kontribusi terbesar pengumpulan dana berasal dari zakat profesi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tangsel, yang disetorkan rutin setiap bulan melalui OPD masing-masing. Saat ini, Dinas Pendidikan (Dindik), Dinas Kesehatan (Dinkes), Kemenag, dan Kecamatan Serpong Utara menjadi penyumbang aktif.
“Itu pengumpulan terbanyak jadi masing-masing OPD kan setiap bulan menyetorkan zakat dan infaq dari para ASN-nya. Itu zakat profesi yang khaulnya dinisbatkan dengan zakat pertanian setiap panen, artinya kalau panennya pegawai adalah setiap bulan,” ucapnya.
Baca Juga: Perubahan APBD Tangsel Bertambah Rp100 Miliar
Diketahui, Baznas Tangsel sendiri menjalankan lima program utama yaitu di bidang pendidikan, kesehatan, dakwah dan advokasi, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan layanan temporer. Program bantuan temporer diberikan setelah dilakukan asesmen terhadap masyarakat yang datang langsung ke kantor Baznas dengan berbagai kebutuhan.
“Kita dengan 5 program besar ya ada pendidikan kesehatan dakwah dan advokasi pemberdayaan ekonomi, dan juga Basznas membuka pelayanan bantuan layanan temporer. Jadi ada masyarakat yang datang ke Baznas dengan berbagai macam kebutuhan lalu kita assessment kelayakannya. Layak atau tidak sebagai asnaf atau mustahik itu nanti kita berikan bantuan,” paparnya.
“Contoh kecil misalkan ada yang datang ke kami orang tua siswa yang tidak mampu, atau ijazahnya tertahan, atau punya tunggakan sekolah, ini kami akan assessment lalu kami lakukan secara bergotong royong. Kami mintakan diskon dari sekolah mungkin dari keluarga ada berapa kemampuannya, dari para pihak ada berapa, baru nanti kurangnya akan dipenuhi oleh Baznas,” ungkap dia. (eko)























