SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Nasib nahas dialamai Sudin (39), warga Kampung Cisaat, Desa Cikumbueun, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Rumah kayu yang ditinggalinya bersama keluarga, habis terbakar dan rata dengan tanah.
Dugaan sementara, api yang membakar rumah bapak satu anak ini akibat korsleting listrik. Disebabkan kejadian itu, kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta, karena seluruh bangunan rumah dan perabot di dalamnya habis terbakar.
Kebakaran itu, pertama kali diketahui oleh beberapa warga setempat, karena ada kepulan asap tebal dan hitam dari bangunan rumah. Selang beberapa saat, kobaran api mulai membesar dan membakar seluruh bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan bambu tersebut.
Warga sempat berduyun-duyun datang ke lokasi kejadian, untuk membantu memadamkan api. Namun, karena menggunakan alat seadanya, seperti ember dan bak, api sulit dipadamkan dan akhirnya membakar habis seluruh bangunan rumah dan isinya.
“Api berasal dari dalam rumah langsung membungbung tinggi, kemudian warga berteriak, berhubung api sudah menyala begitu hebat, masyarakat berusaha mencegah agar api tidak merembet ke rumah terdekat,” kata Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Pandeglang, Madsira, Jumat (9/5/2025).
“Namun yang satu rumah hangus tidak tersisa, berikut harta benda yang ada di dalam rumah, api di duga dari konsleting listrik, pemilik rumah tidak ada di rumah,” sambungnya.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Masih Melanda, Warga Desa Idaman Pandeglang Butuh Penanganan Serius
Saat ini, korban kebakaran sudah menerima bantuan sembako, kasur lantai, dan beberapa kebutuhan lainnya. Selain itu, korban juga sudah didata dan akan disampaikan kepda instansi terkait agar bisa mendapatkan bantuan perbaikan rumah.
“Kita sudah mendata dan sudah menyampaikan kejadian itu kepada instansi terkait. Kita harapkan sih bisa segera mendapatkan bantuan, tapi itu tergantung dinas terkait nanti,” ujarnya. (adib)

















