SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG– Nasib apes dialami Sayuti (73) warga Kampung Bejod, Desa Cikayas, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang. Pria paruh baya ini harus merelakan gubuk reyot miliknya ambruk karena diguyur hujan lebat, Senin (12/5/2025) sekira pukul 02.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, karena bangunan rumah ambruk dan perabotan rumah tangga di dalamnya mengalami kerusakan.
Sayuti mengatakan, pada saat kejadian dirinya sedang tertidur di dalam rumah. Namun, tiba-tiba terdengar suara seperti kayu patah, tak lama kemudian rumah yang ditinggalinya selama puluhan tahun ambruk. “Kaget, untung enggak menimpa diri saya,” katanya.
Beberapa saat setelah kejadian, tetangga dan kerabat korban segera kelokasi untuk melihat dan membantu merapihkan puing bangunan. Namun, karena kejadian dini hari, proses evakuasi ditunda hingga keesokan harinya. Untuk sementara, korban mengungsi di rumah anak atau kerabatnya.
Rumah yang ditinggalinya seorang diri itu untuk sementara tidak bisa ditinggali karena mengalami kerusakan parah. Sayuti hanya bisa berharap agar bisa mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari pemerintah setempat. “Mudah-mudahan bisa dapat bantuan,” katanya.
Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Pandeglang Madsira mengatakan, sesaat setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya segera kelokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi. Serta menyerahkan beberapa bantuan paket sembako, kasur lantai, dan bantuan lainnya.
Kerusakan rumah dan kerugian akibat musibah itu juga sudah disampaikan kepada pemerintah setempat secara berjenjang. Terkait bantuan perbaikan rumah, dia berharap agar instansi terkait bisa segera merespons laporan yang disampaikan pihak KSB.
“Kita sudah serahkan bantuan sembako dan bantuan sementara lainnya. Kita juga sudah sampaikan terkait kejadian itu, semoga bisa segera direspons,” katanya.(adib)