SATELITNEWS.COM, LEBAK—Pelaku kejahatan tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa. Remaja bahkan anak di bawah umur pun ada kalanya melakukan aksi yang melanggar hukum.
Untuk meminimalisir agar mereka tidak terjerumus kepada hal negatif tersebut, patut dicontoh kegiatan yang dilakukan warga didua desa yaitu Desa Sukadaya dan Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.
Para tokoh bersama TNI-Polri sengaja mengumpulkan puluhan pemuda untuk dilakukan pembinaan. Pembinaan ini dilakukan berbagai kegiatan seperti pelatihan, bimbingan, dan pengembangan keterampilan atau skill, serta edukasi tentang berbagai hal penting untuk masa depan mereka. Kegiatan yang diintensifkan seminggu sekali itu dilakukan dalam upaya mencegah aksi tawuran, penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Meskipun di wilayah kampungnya tidak pernah terjadi adanya penggunaan dan peredaran narkoba serta aksi tauran, namun mencegah sejak dini pembinaan itu dilakukan agar para pemuda tidak terlibat dengan aksi-aksi kenakalan.
Salah satu tokoh masyarakat setempat Ujang, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk antisipasi kekhawatiran mereka terhadap maraknya peredaran narkoba dan tindakan kenakalan remaja di lingkungan masyarakat. “Kegiatan ini dalam bentuk mencegah sekaligus rasa khawatiran kami sebagai tokoh masyarakat, terkait maraknya kenakalan remaja, seperti tawuran dan balap liar. Alhamdulilah sejauh ini yang kita bina ada sekitar 70 sampai 100 pemuda dari dua kecamatan,” kata Ujang, Selasa (13/5/2025).
Kejahatan narkoba atau kejahatan jalan lainnya kini terus merebak, sasarannya anak baru gede (ABG). Menurut Ujang apa pun bentuknya yang namanya kejahatan itu tidak patut dicontoh sebab aksi itu dapat merusak generasi anak bangsa.
Baca Juga: Cegah Kejahatan, Polres Pandeglang Galakkan Patroli
Pembinaan yang dilakukan warga Kecamatan Warunggunung tersebut didukung penuh politisi PKB, Acep Dimyati. Acep yang kini menjabat sebagai wakil pimpinan DPRD Kabupaten Lebak menyatakan pemerintah harus mendukung langkah warga yang menginginkan generasinya terbebas dari kejahatan jalanan.
Acep pun, menyoroti penggunaan media sosial. Kata Acep, medsos salahsatu faktor pendukung aksi kejahatan yang selama ini terjadi, korbannya anak-anak remaja. Pemerintah dalam hal ini harus bisa terus memblokir konten-konten yang sekiranya dapat memicu atau menumbuhkan efek yang tidak bagus untuk remaja. “Dengan adanya kegiatan pembinaanitu saya harap para pemuda dapat lebih tahu tentang bahaya narkoba dan aksi-aksi lainnya demi masa depan mereka,”pungkasnya. (mulyana)
























