SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Saketi, mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF) atau berhenti buang air besar (BAB) sembarangan, dan menggunakan jamban sehat.
Tindakan itu sengaja dilakukan, sebagai upaya menyampaikan kepada masyarakat luas, bahwa masyarakat yang tinggal di Kecamatan Saketi sudah tidak BAB sembarangan. Sekaligus, dalam upaya mencegah dan mengatasi stunting, karena masyarakat sudah menggunakan sanitasi yang sehat.
Deklarasi itu, merupakan bentuk atau hasil kerja sama semua pihak, mulai dari UPT Puskesmas DTP Saketi, Pemerintah Kecamatan Saketi, semua pemerintahan desa, dan pihak terkait lainnya, dalam menyelesaikan persoalan BAB sembarangan, sekaligus mendorong penanganan stunting ditingkat kecamatan.
Sanitasi menjadi salah satu instrumen penting dalam mengatasi stunting, karena masuk dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Sanitasi berperan penting dalam mengatasi stunting karena, sanitasi yang buruk dapat menyebabkan infeksi dan gangguan pencernaan yang menghambat pertumbuhan anak.
Sanitasi yang baik, khususnya melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), membantu mencegah penyakit infeksi yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi oleh tubuh.
Kepala UPT Puskesmas Saketi Oman Firmansyah mengatakan, deklarasi yang dilakukan itu bukan hanya sekedar acara seremonial, melainkan untuk menyampaikan kepada masyarakat luas, bahwa sanitasi merupakan salah satu instrumen penting dalam kesehatan.
Dengan adanya sanitasi yang bagus dan sehat, akan berdampak terhadap kesehatan tubuh dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen kita dalam mengatasi persoalan stunting.
“Kita deklarasikan ODF, sebagai bukti sudah tidak ada lagi masyarakat yang BAB sembarangan,” kata Oman, Kamis (22/5/2025).
Menurut Oman, semua pihak sudah bekerja dengan baik, sehingga masyarakat tidak lagi BAB sembarangan. Tindakan itu, menjadi salah satu upaya meningkatkan sanitasi dan kesehatan masyarakat, dengan memastikan setiap orang buang air besar di jamban sehat.
“Membantu mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui tinja, meningkatkan kualitas lingkungan, dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” tambahnya.
“Jadi kita sudsh verifikasi ke lapangan, dan melakukan pemeriksaan secara rutin untuk memastikan sanitasi masyarakat bagus dan sehat. Maka dari itu, kita lakukan deklarasi sebagai bentuk keseriusan kami,” sambungnya.
Camat Saketi Muhadi menyampaikan, ODF merupakan hasil kerja sama semua pihak dalam mengatasi persoalan BAB sembarangan. Oleh karenanya, dengan sanitasi yang sehat, tentunya akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya stunting.
“Jadi sanitasi yang sehat ini, menjadi instrumen penting dalam mengatasi stunting. Kita deklarasikan ODF ini, karena masyarakat kita sudah menggunakan sanitasi yang bersih. Karena stunting ini menjadi perhatian utama kita, dan kita mulai dengan sanitasi yang sehat,” pungkasnya.
Ia juga berharap, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dapat terus konsisten diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Sehingga, akan berdampak positif terhadap semua lini kehidupan.
Ditambahkannya, sejauh ini selain pembinaan juga koordinasi secara intensif dilakukan dengan berbagai lembaga dan pihak terkait.
“Karena, untuk mewujudkan lingkungan dan masyarakat yang sehat, dibutuhkan kerjasama semua pihak, terutama lingkungan keluarga yang merupakan komponen terkecil dalam kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.
Dikatakannya pula, rumah sehat yang di dukung dengan sanitasi sehat, ventilasi udara yang sejuk, juga sarana prasarana pendukung lainnya, secara perlahan harus terus digaungkan dan diterapkan pula.
“Kesehatan merupakan investasi, untuk mewujudkan impian yang baik pula serta berdampak positif terhadap berbagai sektor lainnya,” imbuhnya. (adib)