SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten bersama kabupaten/kota bakal melakukan pemeriksaan terhadap 1.808 lapak pedagang hewan kurban di Banten. Tindakan itu harus dilakukan agar semua hewan yang dijual bebas dari serangan Penyakit Mata dan Kuku (PMK), Zoonosis, dan lainnya.
Kepala Bidang (Kabid) Keswan Kesmavet Dinas Pertanian Provinsi Banten Ari Mardiana mengatakan, menjelang perayaan Idul Adha lapak para penjual hewan kurban mulai bermuncul. Terkait hal itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kabupaten/kota, dan Satpol PP untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Pemeriksaan kesehatan hewan kurban kita lakukan secara menyeluruh sejak tanggal 11 sampai 25 Mei ini, kita periksan semua kesehatan hewan agar tidak ada penyakit dan masyarakat yang membeli merasa aman,” katanya.
Ari mengatakan, ada zebanyak 1.808 lapak penjual hewan kurban di Banten yang bakal dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Pengawasan hewan kurban dilakukan empat tahap, pertama bimbingan teknis, kemudian pemeriksaan lapak, pengawasan antemortem, dan pengawasan postmortem.
“Pemeriksaan lapak dilakukan untuk 1.808 lapak, pemeriksaan antemortem dilakukan di masjid-masjid sebelum penyembelihan, sedangkan pengawasan postmortem pemeriksaan jeroan dan kualitas daging setelah disembelih,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pemasangan stiker terhadap lapak yang sudah dilakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan adanya penyakit, serta dilengkapi dengan sertifikat hasil pemeriksaan agar masyarakat merasan aman.
“Kita psang stiker lapak itu telah diperiksa dan tidak ada hewan berpenyakit. Kalau sudah ada stiker itu, maka hewan yang diperjual belikan dalam kondisi sehat dan layak untuk dikonsumsi di hari Idul Adha,” ujarnya.
Komarudin pemilik lapak hewan kurban di Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang mengatakan, semua hewan kurban yang dijualnya dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit.
“Insya Allah semuanya sehat dan enggak ada penyakitnya, karena kalau ada yang sakit enggak akan dijual. Sejauh ini belum pernah ada yang mengeluh karena ada hewan yang sakit,” katanya.
Ridwansyah pemilik lapak lainnya mengatakan, kambing yang diperjual belikan berasal dari garut dan sudah dilengkapi dengan sertifikat kesehatan. Apabila ditemukan ada hewan yang sakit, akan dikembalikan kepada peternak dan meminta ganti dengan hewan yang sakit.
“Sudah setiap tahun jual hewan kurban, kalau ada yang sakot kita kembalikan. Kambingnya dari garut, karena badannya besar dan biasanya banyak yang nyari kalau mau lebaran,” katanya.(adib)