SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Kehamilan adalah momen penuh harapan bagi setiap calon orang tua. Di balik kebahagiaan menyambut hadirnya buah hati, sering kali muncul kekhawatiran mengenai kondisi kesehatan janin. Di sinilah diagnosis prenatal memainkan peran penting.
Menurut dr. Reza Tigor Manurung, Dokter Subspesialis Fetomaternal di Women’s Health Center Bethsaida Hospital, banyak calon orang tua yang datang dengan berbagai pertanyaan seputar kesehatan janin. “Diagnosis prenatal membantu menjawab kekhawatiran itu dengan memberikan informasi penting sejak dini,” ungkapnya kepada satelitnews.com, Rabu (21/5/2025).
Menurut dr. Reza, kemajuan teknologi kedokteran kini memungkinkan masyarakat mengetahui kondisi janin, bahkan jauh sebelum kelahiran. Meski demikian, banyaknya jenis pemeriksaan selama kehamilan kerap membuat calon orang tua bingung. Maka kata dia, penting untuk memahami apa itu diagnosis prenatal, dan bagaimana memilih tes yang tepat.
Diungkapkan dr. Reza, diagnosis prenatal, merupakan serangkaian tes yang dilakukan selama masa kehamilan, untuk mendeteksi kemungkinan kelainan pada janin. Pemeriksaan ini bisa mengidentifikasi bergam kelainan.
Pertama, Kelainan Kromosom, seperti Down Syndrome (trisomi 21), Edwards Syndrome (trisomi 18), Patau Syndrome (trisomi 13), dan Turner Syndrome (monosomi X).
Kedua, Cacat Lahir, termasuk kelainan jantung bawaan, spina bifida, dan bibir sumbing.
Baca Juga: 200 PKL Jalan Kiasnawi Tangerang Direlokasi Mulai 14 Oktober 2026
Ketiga, Penyakit Genetik, seperti cystic fibrosis dan sickle cell disease.
Selain itu, kata dr. Reza, menjalani diagnosis prenatal adalah keputusan pribadi yang harus disesuaikan dengan kebutuhan, dan kondisi masing-masing.
Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu pertama, risiko dan manfaat dari tiap jenis tes. Kedua, akurasi hasil, termasuk kemungkinan hasil positif atau negatif palsu. Ketiga, pengaruh hasil terhadap keputusan medis dan emosional selama kehamilan. Keempat, biaya, yang bervariasi tergantung jenis pemeriksaan.
Siapa Saja yang Perlu Pemeriksaan Prenatal?
Tidak semua ibu hamil memerlukan pemeriksaan lanjutan, namun dalam beberapa kondisi, diagnosis prenatal sangat disarankan. Di antaranya ibu hamil berusia 35 tahun ke atas, riwayat keluarga dengan kelainan genetik atau kromosom, adanya hasil tidak normal saat USG, serta riwayat kehamilan sebelumnya dengan janin berkebutuhan khusus.
“Dengan mengenali faktor risiko ini, calon orang tua dapat berdiskusi lebih awal dengan dokter untuk menentukan langkah selanjutnya,” tandasnya.
Baca Juga: Porseda 2026 Ponpes Tarbiyatul Mubtadiin, Tanamkan Cinta Budaya dan Toleransi
Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Tes?
Diagnosis prenatal dilakukan pada waktu tertentu agar hasilnya lebih akurat. Berikut beberapa jenis tes dan waktu ideal pelaksanaannya:
Pertama, tes skrining trimester pertama (minggu ke-11–13): Untuk menilai risiko kelainan kromosom.
Kedua, USG anatomi atau skrining trimester kedua (minggu ke-18–22): Menilai struktur organ janin secara detail.
Ketiga, NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing): Tes darah ibu untuk analisis DNA janin, bisa dilakukan mulai minggu ke-10.
Keempat, Amniosentesis: Tes invasif yang akurat untuk mendeteksi kelainan genetik, biasanya dilakukan setelah minggu ke-15.
Kelima, Chorionic Villus Sampling (CVS): Pemeriksaan sampel plasenta, bisa dilakukan sejak minggu ke-10 hingga ke-13.
“Setiap tes memiliki manfaat dan keterbatasannya. Karena itu, penting bagi setiap pasangan untuk berdiskusi dengan dokter agar pilihan pemeriksaannya sesuai dengan kebutuhan kehamilan masing-masing,” jelas dr. Reza.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa diagnosis prenatal bukan semata untuk mencari masalah. “Tujuan utamanya adalah memberi calon orang tua kesempatan untuk merencanakan yang terbaik bagi masa depan anak mereka,” tambahnya.
Komitmen Bethsaida Hospital dalam Menjaga Kesehatan Ibu dan Janin
Sebagai rumah sakit yang berfokus pada layanan kesehatan perempuan, Bethsaida Hospital menghadirkan Women’s Health Center dengan fasilitas modern dan lengkap, serta tim dokter spesialis berpengalaman.
“Bethsaida terus mengembangkan layanan kebidanan, mulai dari pemeriksaan kehamilan rutin, diagnosis prenatal, hingga penanganan kasus kehamilan berisiko tinggi,” ujar dr. Pitono, Direktur Bethsaida Hospital.
“Kami ingin memberikan layanan terbaik untuk setiap fase kehidupan perempuan, terutama saat kehamilan, yang begitu berarti,” imbuhnya.
Dengan layanan yang mengutamakan keselamatan ibu dan bayi, Bethsaida Hospital siap menjadi pendamping terpercaya dalam setiap langkah perjalanan kehamilan. (rls/aditya)





















