SATELITNEWS.COM, LEBAK—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengajukan bantuan sumur bor untuk menghadapi ancaman krisis air bersih imbas musim kemarau. Usulan itu ditujukan ke Badan Nasional Penanggungan Bencana (BNPB).
Antisipasi krisis air bersih harus dilakukan lantaran Kabupaten Lebak merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Banten yang kerap mengalami krisis air bersih di musim kemarau. Kemarau diprediksi terjadi Juni hingga Agustus 2025. BPBD sendiri saat ini terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak serta memberikan imbauan kepada masyarakat khususnya daerah yang mengalami kekeringan saat musim tersebut terjadi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BNPB, dan mengusulkan delapan sumur bor untuk wilayah-wilayah yang setiap tahun mengalami kesulitan air bersih,” kata Kepala BPBD Lebak, Febby Rizky Pratama, Minggu (25/5/2025).
Delapan titik sumur bor yang diusulkan BPBD tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamata Sajira dan Kecamatan Leuwidamar. Di antara kecamatan tersebut, menurut Febby kerap dilanda krisis air bersih ketika musim kemarau. “Sampai saat ini memang belum ada laporan maupun permintaan dari warga terkait kesulitan air bersih akibat kekeringan. Tetapi, kami sudah siapkan tangki air untuk menanggulangi hal tersebut,”ujar Febby.
Ia menyebut, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) puncak musim kemarau di Kabupaten Lebak berada pada bulan Agustus. “Kita masih punya cukup waktu untuk memitigasi kemungkinan yang terjadi akibat kemarau. Tidak hanya krisis air bersih tetapi juga kekeringan di lahan-lahan pertanian,” jelas Febby.
Selain, BPBD juga selalu mengimbau kepada masyarakat Lebak untuk selalu mewaspadai dampak peralihan cuaca, dari penghujan ke kemarau, diantaranya longsor. “Imbauan dan koordinasi secara masif dengan relawan BPBD yang tersebar di 28 kecamatan, serta pemerintah kecamatan hingga tingkat desa kita terus tingkatkan, untuk mewaspadai potensi bencana alam yang ditimbulkan peralihan cuaca,” tandasnya.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Polres Lebak Siapkan Sumur Bor
Dukungan mengusulkan bantuan sumur bor didukungan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak. Salah satunya dari Regen Abdul Haris. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam menanggulangi dampak musim kemarau harus dilakukan. Sebab, Lebak sendiri merupakan daerah rawan bencana.
“Krisis air bersih setiap musim kemarau selalu terjadi di Lebak, artinya ini harus benar-benar diwaspadai salah satunya dengan kesiapan pemerintah daerah. Jadi selain mengusulkan bantuan sumur bor, kesiapan dalam menyukupi air bersih juga harus dilakukan yaitu dengan pendistribusian air kepada warga yang terdampak,”pungkasnya.(mulyana)
























