SATELITNEWS.COM, SERANG–Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Banten, mengaku kesulitan mendapatkan akses permodalan, terutama bagi pemula yang mulai merintis usaha. Padahal, potensi dan kreatifitas anak-anak muda di Banten sangat luar biasa. Sayangnya, semua itu tidak bisa dikembangkan karena akses permodalan mereka terbatas.
HIPMI yang menaungi ratusan pengusaha muda dan pemula itu, meminta agar Bank Banten sebagai bank milik pemerintah bisa terlibat aktif, dalam mendorong pengembangan pengusaha-pengusaha muda di Provinsi Banten, salah satunya dengan memberikan pinjaman dengan agunan dan bunga yang rendah dan tidak mempersulit.
“Persoalan permodalan ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) HIPMI yang harus bisa segera diselesaikan,” kata Ketua HIPMI Provinsi Banten periode 2021-2024, Ananda Trianh Salichan, seusai pembukaan Musda ke-8 HIPMI Provinsi Banten di Kota Serang, Selasa (27/5).
Jika hal itu tidak segera diselesaikan, maka menciptakan pengusaha-pengusaha muda baru di tanah Jawara aini akan sulit diwujudkan. Karena itu persoalan mendasar.
Sementara, sebagian besar anak-anak muda yang mulai merintis itu belum memiliki sesuatu yang bisa diagunkan ke perbankan, kecuali memang milik orang tuanya.
“Setiap daerah di Provinsi Banten ini, anak-anak mudanya mempunyai kreatifitas yang beragam. Misalnya saya menemukan anak muda pembuat gitar akustik di Lebak. Dia itu sampai ekspor ke luar negeri. Kayunya bikin sendiri. Permintaan tinggi, tapi biaya produksinya tidak ada. Hal-hal seperti itu yang harus kita skema kan dengan baik,” jelasnya.
Baca Juga: Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas
Bank Banten, katanya, bisa mengambil peran dengan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang limitnya sangat terbatas. Serta diberlakukan agunan yang mudah dan bunga yang rendah. Itu akan sangat membantu bagi para pengusaha pemula. Apalagi bagi pemula, modal Rp20-50 juta, juga sudah sangat cukup.
Para anak-anak muda yang belajar di BLKI juga, tidak semua ingin menjadi pekerja. Sebagian dari mereka, ingin mempunyai usaha yang mandiri dengan modal sertifikasi yang mereka miliki itu. ini tentu harus mendapat perhatian kita bersama.
“Oleh karena itu, saya ingin Bank Banten bisa berkolaborasi bersama HIPMI,” pungkasnya.
Sementara, Gubernur Banten Andra Soni mengajak agar HIPMI Banten, ikut serta mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen sebagaimana yang diharapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, angka itu tidak mustahil diperoleh manakala seluruh elemen memperkuat kolaborasi, baik pemerintah maupun dunia usaha.
Dikatakan Andra, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten pada triwulan I tahun 2025 mencapai 5,19 persen dan realisasi investasi Provinsi Banten pada triwulan I tahun 2025 mencapai Rp31,3 triliun dari target selama tahun 2025 yaitu Rp119 Triliun.
Baca Juga: Resmikan Gedung Baru Bank Banten Pandeglang, Dimyati: Ekonomi Daerah Akan Tumbuh
“Harapan besar kami bagaimana HIPMI bisa menjadi mitra Pemprov Banten dalam menggerakkan roda ekonomi menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen,” imbuhnya. (luthfi/mardiana)
























