SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten pada momen Iduladha 1446 Hijriyah menyembelih 73 hewan kurban yang terdiri dari 41 hewan kurban jenis sapi dan kerbau dan 32 hewan kurban jenis domba.
Kepala Biro Pemerintahan dan Otomoni Daerah Setda Provini Banten Gunawan Rusminto menyampaikan, 73 hewan kurban itu didistribusikan kepada masyarakat baik yang masih dalam kondisi hidup maupun ada yang dalam bentuk dagingnya.
“Semua hewan kurban tersebut kami distribusikam kepada masyarakat, mulai kita distribusikan langsung hewan hidupnya dan ada juga yang kita salurkan daging kurbannya,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner) Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Ari Mardiana menuturkan, proses pemilihan hewan kurban dari Presiden telah melalui serangkaian pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga minimal bobot.
“Untuk sapi kurban Pak Presiden beratnya 1.150 KG dan untuk sapi kurban pak Gubernur Banten berada di 1.145 kg kedua sapi ini sudah kita lakukan semua pemeriksaan, baik pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan di laboratorium,” ujarnya.
Selanjutnya, ia menuturkan kedua sapi tersebut telah dilakukan pemeriksaan laboratorium. Sehingga telah dipastikan bebas dari antraks, PMK, LSD dan bebas dari cacingan.
Baca Juga: Rayakan Idul Adha 1447 H, Yayasan Pendidikan Pustek Serpong Kurban 2 Ekor Sapi
“Sudah selesai disembelih, untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat,” katanya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melaksanakan kurban untuk memperhatikan beberapa haln diantarannya memastikan hewan kurban aman atau bebas dari penyakit, kurban yang menyehatkan bagi manusia, tidak mencampurkan daging merah dengan organ dalam hewan karena dapat mempercepat pembusukan serta memastikan proses penyembelihan sesuai dengan syariat Islam.
“Selain itu, jangan mempergunakan plastik warna hitam untuk pengemasan, karena plastik hitam itu yang kandungan kimianya tinggi. Sedangkan daging merupakan bahan makan yang memang mudah menyerap hal-hal dari luar bahkan unsur kimia dapat terserap, jadi nantinya takut bau atau tidak awet,” jelasnya. (luthfi)
























