SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Setelah selesai di solatkan di masjid dekat rumah duka, jenazah Sekda Pandeglang Ali Fahmi Sumanta, langsung di makamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kadupereng, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Senin (9/6/2025) pukul 14.30 WOB.
Selain keluarga, jenazah juga diiringi ratusan pejabat di lingkungan Pemkab Pandeglang, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang Iing Andri Supriadi, Wagub Banten Ahmad Dimyati Natakusumah, Anggota DPR RI Rizki Natakusumah dan sejumlah pejabat lainnya.
Pantauan di lokasi, istri dan anak – anak almarhum, tak henti-hentinya menangis seakan tak percaya bahwa sosok pejabat yang dekat dengan pegawai dan masyarakat ini, sudah tiada.
Selama jenazah diiringi dari rumahnya, para pengendara yang melintas juga secara otomatis dan spontan menghentikan kendaraannya. Sebagai ucapan duka cita terhadap almarhum.
“Kami merasa kehilangan, beliau (Sekda Pandeglang,red), sosok yang kami jadikan panutan dan mengayomi pegawainya,” kata Nandar, Kepala Diskominfosantik, Kabupaten Pandeglang, Senin (9/6/2025).
Ia juga menceritakan beberapa pengalaman menyenangkan dan manis bersama almarhum, dimasa hidupnya. Bahkan sesekali Nandar menyeka matanya, menahan kesedihan.
Baca Juga: Sekda: Mutasi ASN Pemkab Pandeglang Mengacu Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan
Suasana duka juga dirasakan tetangga, dan warga sekitar kediaman Sekda Pandeglang Ali Fahmi Sumanta, di Kampung Cikiray, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang.
Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang Iing Andri Supriadi, terlihat sangat berduka atas sepeninggal Sekda Fahmi. Matanya tak henti meneteskan air mata.
“Kami sangat berduka, kami kehilangan sosok pejabat yang optimis dan semangat bekerja, membangun pemerintahan yang baik. Semoga beliau diterima dh sisi Allah SWT,” ungkap Iing.
Menurutnya, sebelumnya ia sempat pamit ke Wabup Iing untuk berbuka puasa (Kamis,red). Dan malam harinya, masih berkoordinasi melalui pesan WhatsApp (WA).
“Saya kaget, pas Jumat nya beliau dibawa ke RSUD Banten karena sakit,” tandasnya.
Dalam kesempatannya, Wagub Banten Dimyati Natakusumah yang turut mengiringi jenazah almarhum sampai ke pemakaman mengaku, sangat kehilangan sosok almarhum.
“Beliau (Sekda,red) sosok birokrat yang baik, bersih dan semangat, religius dan rajin. Kami (Pemprov,red) Banten kehilangan beliau, apalagi Pemkab Pandeglang,” ungkap Dimyati.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Instruksikan Sekda Untuk Anggarkan Gaji ke-13 dan ke-14 PPPK Paruh Waktu
Ditambahkannya, selama bertugas ia menilai Sekda Fahmi kerap memberi motivasi kepada aparaturnya. Bahkan, diakhir pucuk jabatannya, almarhum masih terus berkoordinasi dengannya.
“Saya sekeluarga, sudah merasa bersaudara dengan almarhum. Bukan hanya sebatas pegawai dengan pimpinan, istilahnya kami sudah sangat dekat,” pungkasanya.
Dimyati juga menyampaikan, kematian adalah pengingat bagi semua hamba yang bernyawa. Ketika hamba meninggal dunia, ujarnya lagi, ada 3 hal yang menjadi penolong yaitu ilmu yang bermanfaat, amal jariyah, dan doa anak sholeh.
Oleh karenanya, Dimyati mengajak kepada semuanya, untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum maut menjemput. (mardiana)
