SATELITNEWS.COM, BATANG — Bupati Batang Muhammad Faiz Kurniawan menegaskan bahwa percepatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Kabupaten Batang tidak dapat dilakukan dengan cara biasa.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Batang siap menerapkan kebijakan agresif guna mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan.
“Di tengah ketatnya persaingan antar daerah di Jawa Tengah, Kabupaten Batang tidak bisa tumbuh biasa-biasa saja. Kami harus menggenjot investasi dan memastikan perusahaan menyerap tenaga kerja lokal,” kata Faiz.
Menurut Faiz, strategi tersebut telah membuahkan hasil. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang mencapai 7,79 persen, melampaui rata-rata Jawa Tengah sebesar 5,37 persen dan nasional 5,11 persen.
Capaian itu mengantarkan Batang meraih penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 untuk kategori Pertumbuhan Ekonomi Terbaik.
Ia menilai, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diimbangi tata kelola pemerintahan yang baik. Pemkab Batang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025, sekaligus menjadi capaian WTP ke-10 secara berturut-turut.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2027 Ditetapkan Hingga 6,5 Persen
“Keberhasilan mempertahankan opini WTP menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan investor,” ujarnya.
Sepanjang 2025, nilai investasi yang masuk ke Kabupaten Batang meningkat hingga Rp2 triliun. Pemkab juga mewajibkan investor memprioritaskan tenaga kerja lokal melalui program Daker (Dapat Kerja).
Melalui program tersebut, sebanyak 2.117 peserta pelatihan berhasil terserap ke dunia industri pada 2025. Kebijakan itu dinilai berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, daya beli, aktivitas UMKM, serta penurunan angka kemiskinan.
Di sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Batang meningkat menjadi 71,70 dan masuk kategori tinggi. Sementara, neraca keuangan daerah tercatat mencapai Rp3,31 triliun atau tumbuh 2,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Faiz menegaskan seluruh capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Menurutnya, Kabupaten Batang telah menunjukkan kemampuan melakukan lompatan pembangunan sebagai pusat industri modern tanpa meninggalkan keberpihakan kepada masyarakat.
Baca Juga: Didukung Sektor Industri dan Jasa, Ekonomi Kota Tangerang Tumbuh 5,20 Persen
Versi ini menghilangkan kalimat promosi, pengulangan, dan klaim yang kurang relevan, sehingga lebih sesuai dengan gaya berita media arus utama. (rm)
