SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 74,2 persen, sementara tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah berada di angka 72,2 persen. Temuan tersebut terekam dalam survei terbaru Poltracking Indonesia.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi mengatakan mayoritas responden masih menaruh kepercayaan terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran. Sebanyak 8 persen responden menyatakan sangat percaya, sedangkan 66,2 persen mengaku cukup percaya.
“Kalau ditotal antara yang sangat percaya dan yang cukup percaya ada di angka 74,2 persen,” kata Masduri dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Poltracking, Kamis (4/6/2026).
Sebaliknya, 20,6 persen responden menyatakan kurang percaya dan 1,5 persen mengaku tidak percaya. Secara keseluruhan, responden yang menyatakan kurang percaya atau tidak percaya mencapai 22,3 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan kelompok responden yang menyatakan percaya terhadap pemerintahan masih mendominasi hasil survei. Jumlah responden yang menyatakan percaya tercatat jauh lebih besar dibandingkan mereka yang mengaku kurang percaya maupun tidak percaya.
Selain mengukur tingkat kepercayaan publik, survei ini juga menyoroti penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintahan. Hasilnya menunjukkan pola yang relatif serupa, dengan mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap kinerja Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.
Sebanyak 72,2 persen responden mengaku puas terhadap kinerja Prabowo-Gibran, yang terdiri atas 6,2 persen sangat puas dan 66 persen puas. Adapun 23,2 persen responden menyatakan kurang puas, sedangkan 1,9 persen menyatakan sangat tidak puas.
Ditinjau berdasarkan kelompok usia, tingkat kepuasan tertinggi tercatat pada Generasi Z. Kelompok yang dalam survei ini didefinisikan sebagai responden berusia 22 tahun ke bawah tersebut mencakup 22,9 persen dari total responden.
“Berdasarkan kelompok usia, untuk Generasi Z yang puas terhadap kinerja pemerintahan itu ada di 78,6 persen, sementara tidak puas di 20,5 persen,” kata Masduri.
Temuan ini menempatkan Generasi Z sebagai kelompok usia dengan tingkat kepuasan tertinggi dibandingkan kelompok usia lainnya yang diukur dalam survei. Dengan kata lain, hampir delapan dari setiap sepuluh responden Gen Z menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan.
Pada kelompok milenial berusia 23–40 tahun yang mencakup 33,6 persen responden, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah mencapai 69,2 persen, sementara 28,3 persen menyatakan tidak puas.
Sementara itu, pada kelompok Generasi X berusia 41–52 tahun dengan proporsi 28,1 persen responden, sebanyak 71,1 persen menyatakan puas dan 23,7 persen menyatakan tidak puas.
Adapun pada kelompok Baby Boomers berusia 53–71 tahun, tingkat kepuasan tercatat sebesar 69,5 persen, sedangkan 29,8 persen menyatakan tidak puas.
Secara umum, tingkat kepuasan pada seluruh kelompok usia yang diukur dalam survei berada di atas 60 persen. Meski terdapat variasi antargenerasi, mayoritas responden di masing-masing kelompok usia menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan.
Survei Poltracking juga mengukur tingkat kepercayaan terhadap berbagai lembaga negara. Hasilnya menempatkan TNI sebagai institusi dengan tingkat kepercayaan tertinggi sebesar 79 persen, disusul lembaga kepresidenan 74,5 persen dan Bawaslu 71,3 persen.
“Tingkat kepercayaan rendah di urutan pertama ada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), kemudian Kepolisian Republik Indonesia (Polri),” imbuh Masduri.
Poltracking Indonesia melaksanakan survei terhadap warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka langsung terhadap responden terpilih pada 11–17 Mei 2026.
Penelitian menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1.220 orang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dengan jumlah sampel tersebut, survei memiliki margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (rmg/xan)
