SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Untuk mencegah terjadinya banjir di wilayah Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, dan sekitarnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelontorkan anggaran sebesar Rp6,6 miliar untuk membangun polder atau tandon air. Peletakan batu pertama pembangunan ini dilakukan pada Selasa (17/6).
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan bahwa setiap musim hujan, wilayah Desa Cibadak dan sekitarnya selalu dilanda banjir. Oleh karena itu, Pemkab Tangerang memulai pembangunan polder sebagai upaya menampung air agar tidak masuk ke permukiman warga.
“Sudah lebih dari 10–15 tahun wilayah ini menjadi langganan banjir. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama DPRD, kecamatan, kelurahan, dan masyarakat merespons cepat dengan membangun polder dan tandon penampung air untuk menanggulangi persoalan banjir secara permanen,” ujar Bupati kepada Satelit News, Selasa (17/6/2025).
Seringnya banjir di wilayah tersebut disebabkan karena kondisi geografis yang merupakan dataran rendah. Lokasi ini menjadi titik kumpul aliran air dari tujuh desa di sekitarnya setiap kali hujan turun.
“Wilayah ini memang sangat rawan tergenang air. Pembangunan polder dan tandon menjadi solusi jangka panjang yang efektif karena saluran air menuju sungai tidak memungkinkan tanpa bantuan infrastruktur khusus,” jelasnya.
Rudi Maesyal, sapaan akrab Bupati, menambahkan bahwa pembangunan polder ini akan dilengkapi dengan pintu air dan pompa pengendali debit air. Selain itu, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) juga akan melakukan normalisasi saluran serta merekayasa jalur drainase baru agar air dapat mengalir lebih lancar ke sungai.
Baca Juga: Pemkot Serang Siapkan Anggaran Rp5,6 Miliar Untuk Program Jamkesda
“Pembangunan Polder Cibadak ini juga menjadi tonggak awal dari upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mengatasi persoalan banjir yang telah berlangsung lebih dari satu dekade,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menyampaikan bahwa pembangunan Polder Cibadak merupakan bagian dari amanat RPJMD Kabupaten Tangerang 2025–2029 yang mengusung misi sistem lingkungan yang aman, ramah, dan berkelanjutan.
Menurut Iwan, polder dibangun di atas lahan milik Pemkab Tangerang seluas 2.847 m². Dari total itu, area seluas 2.525 m² digunakan untuk pembangunan tandon dengan tinggi 6 meter dan kapasitas tampung sekitar 7.762 m³.
“Fasilitas utamanya meliputi tanggul, saluran inlet dan outlet, dua pintu air, serta pompa berkapasitas 800 m³/jam,” jelas Iwan.
Ia menambahkan bahwa pembangunan ini memiliki banyak manfaat positif, seperti mengurangi kedalaman dan durasi genangan, mengendalikan limpasan air hujan, menyimpan cadangan air untuk kebutuhan domestik dan industri, menyediakan ruang hijau, serta mendukung ekosistem lokal.
“Polder Cibadak ini juga merupakan bagian dari proyek strategis jangka menengah, termasuk pembangunan lanjutan Embung Sudirman (2025–2026) dan Tandon Solear (2026). Kami berharap, infrastruktur ini tidak hanya mengatasi banjir, tetapi juga menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan air dan lingkungan,” tambahnya.
Baca Juga: Pabrik Pengolahan Karet di Batuceper Kebakaran, Petugas BPBD Kesulitan Air
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umardhani, menyampaikan bahwa pembangunan polder ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan banjir yang rutin terjadi di Desa Cibadak.
“Karena menyangkut keselamatan masyarakat dan memberikan rasa aman bagi anak-anak yang harus melintasi genangan air untuk berangkat dan pulang sekolah, maka pembangunan ini harus didukung,” ujarnya.
Deden menambahkan bahwa polder tersebut akan menampung air dari tujuh desa/kelurahan di Kecamatan Cikupa. Ia menilai pembangunan ini tidak hanya menjawab persoalan banjir di Desa Cibadak, tetapi juga di wilayah sekitarnya.
“Polder ini sangat penting. Ke depan, tandon ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk masyarakat saat musim kemarau,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























