SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Hancurnya terumbu karang dan biota laut lainnya di sepanjang Pantai Selat Sunda, pasca peristiwa tsunami tahun 2018 silam di Kabupaten Pandeglang, masih menjadi perhatian khusus sekelompok orang dan menimbulkan keprihatinan tersendiri bagi sejumlah komunitas.
Diketahui, Forum Pelestari Terumbu Karang (FPTK) Banten, sejak tahun 2020 lalu hadir melakukan pelestarian terumbu karang disejumlah Pulau di Provinsi Banten, diantaranya Pulau Badul Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.
Lalu, di Pulau Liwungan Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, serta Pulau Tunda di Kabupaten Serang.
Kegiatan yang terus berkelanjutan itu, akhirnya melibatkan dan berkolaborasi dengan sejumlah pihak terkait, baik unsur pemerintah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, termasuk di dalamnya unsur media (wartawan).
Dengan berlandaskan kesamaan visi – misi, dan keinginan yang kuat untuk menyelamatkan serta melestarikan biota laut berikut menjaga keseimbangan alam. FPTK-Banten, bekerjasama dengan Perkumpulan Boedak Saung Barokah Putra Mandiri (PBSBPM).
Jalinan kerjasama itu, ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), pada Sabtu (29/6/2025) malam.
Baca Juga: Perluas Kampanye Terumbu Karang, Mahasiswa Polka Cilegon Diharapkan Jadi Duta Terang
Ketua FPTK-Banten, Nurwarta Wiguna mengatakan, kerjasama ini lebih dititikberatkan pada pelestarian terumbu karang di sejumlah pulau yang berada di Provinsi Banten.
“Alhamdulillah, ini sebuah kebanggaan bagi kami. Semakin banyak lembaga yang peduli dan tertarik untuk terlibat dalam pelestarian terumbu karang, semakin baik,” kata Nurwarta, Sabtu (29/6/2025) malam, di Pandeglang.
Katanya, terumbu karang merupakan ekosistem laut yang sangat vital untuk menghalau gelombang ombak, serta menjadi tempat berkumpulnya ikan-ikan di laut.
“Semakin subur terumbu karang, maka semakin banyak ikan di laut,” tandasnya.
Menurut pria yang juga praktisi sosial ini, terumbu karang juga merupakan sumber kehidupan bagi biota laut lainnya. Karena, ketika terumbu karang di laut sudah gundul alias mati, maka keseimbangan alam di laut juga pincang.
“Gundulnya pepohonan di gunung, kebun atau wilayah daratan lainnya, mudah terlihat. Tapi, kerusakan terumbu karang tak nampak, karena kita harus menyelam untuk melihatnya. Kami menyerukan kepada seluruh stakeholder, mari lestarikan terumbu karang, agar alam dan laut tetap indah, aman dan memberikan kenyamanan,” tuturnya.
Baca Juga: 43 Pelajar SMA 2 Presiden Tanjung Lesung Pandeglang Didorong jadi Peri Terang
Ditegaskannya pula, pelestarian terumbu karang itu, digagasnya dalam program Gerakan Membangun Terumbu Karang (Gerbang Terang).
Ketua Umum Perkumpulan Boedak Saung, Mardiana Tirtalaksana menyatakan, keinginannya untuk terlibat dalam pelestarian terumbu karang itu, berawal ketika menghadiri diskusi seputar terumbu karang, beberapa waktu lalu.
“Bagi kami di Boedak Saung, kegiatan ini sangat positif dan maslahat untuk keberlangsungan kehidupan manusia dan biota laut yang ada di dalamnya. InsyaAllah, kami siap bersinergi dengan FPTK Banten untuk terus melanjutkan program Gerbang Terang itu,” ungkap Mardiana.
Pria yang akrab disapa Ryan ini juga mengaku, melalui kolaborasi tersebut, banyak wawasan dan ilmu pengetahuan baru yang didapat. Terlebih, Perkumpulan Boedak Saung juga selalu konsen dalam kegiatan – kegiatan sosial, termasuk menjaga tradisi kearifan lokal.
“Kami juga mengajak kepada seluruh unsur masyarakat lainnya, mari bergabung melestarikan terumbu karang. Jangan rusak alam dan lingkungan kita, karena itu merupakan sumber kehidupan,” pungkasnya.
Ditambahkannya, salah satu langkah konkret yang akan dilakukannya, yaitu mensosialisasikan pentingnya melestarikan terumbu karang, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Seperti, kita bisa saja mengadakan diskusi terbuka seputar terumbu karang. Atau sosialisasi kepada nelayan di wilayah pesisir pantai, bisa juga misalnya dengan melakukan penanaman langsung terumbu karang, atau melalui kegiatan lainnya,” imbuhnya, seraya mengaku, sebuah penghormatan bisa berkolaborasi dengan FPTK-Banten. (mardiana)
























