SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang menjangkau wilayah Kabupaten Tangerang membuat pemerintah daerah kembali memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa tingkat TK, SD, dan SMP.
Kebijakan tersebut diberlakukan Kamis (10/9) sebagai langkah antisipasi untuk melindungi anak-anak dari bahaya abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan ketika beraktivitas di luar rumah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Supriyadi, mengatakan keputusan itu diambil setelah dilakukan pembahasan dan menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Nomor T-400.3.1/4327/DINDIKBUD/2026 tentang imbauan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah kesiapsiagaan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Dengan kebijakan tersebut, pelaksanaan PJJ kembali diperpanjang hingga Jumat (11/9).
“Sebelumnya telah diberlakukan PJJ sejak Senin (7/9) hingga Rabu (9/9). Namun, kini PJJ kembali diperpanjang hingga Jumat (11/9), tentunya agar anak-anak Kabupaten Tangerang terlindungi dari bahaya abu vulkanik ketika beraktivitas di luar rumah,” kata Supriyadi kepada Satelit News, Kamis (10/9).
Supriyadi melanjutkan, meski pembelajaran dilakukan dari jarak jauh, kepala satuan pendidikan wajib memastikan kegiatan PJJ tetap berlangsung secara bermakna, aktif, efektif, dan terarah dengan memanfaatkan ekosistem digitalisasi pembelajaran.
Pemantauan terhadap keterlaksanaan proses pembelajaran serta kehadiran pendidik dan peserta didik juga dilakukan secara daring. Pendidik diminta menyesuaikan beban dan aktivitas pembelajaran dengan mempertimbangkan kondisi peserta didik selama masa tanggap terhadap dampak abu vulkanik.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Bentuk Satgas Anti Rentenir, Perluas Akses Permodalan Masyarakat
“Tetap melakukan komunikasi dan koordinasi dengan orang tua/wali peserta didik apabila terdapat peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan akibat adanya abu vulkanik,” katanya.
Cegah Gangguan Kesehatan Siswa
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menambahkan, kebijakan tersebut dilakukan lantaran masifnya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat, terutama siswa di wilayah Kabupaten Tangerang.
Pasalnya, paparan abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, iritasi kulit, serta masalah kesehatan lainnya.
“Mengapa ini kita memutuskan kebijakan ini, karena lebih baik mencegah daripada mengobati, lebih baik kita antisipasi daripada kita merespons pada akhirnya ada korban masyarakat kita. Jadi jangan sampai ada korban masyarakat kita, apakah itu terkena ISPA atau juga mata, kulit, dan lain sebagainya, lebih baik kita mencegah ya, lebih baik mencegah,” ujar Maesyal.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengaku meski abu vulkanik sempat menghujani wilayah Kabupaten Tangerang selama erupsi pada Sabtu (5/9) lalu, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan, sejauh ini tidak terlihat adanya tanda-tanda penambahan kasus ISPA yang disebabkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: Polisi Tangkap 2 Tersangka Curanmor di Kontrakan, 7 Motor Dicuri
“Sampai saat ini tidak ada peningkatan ISPA yang signifikan, meskipun terjadi erupsi Anak Gunung Krakatau,” kata Hendra Tarmizi.
Bahkan, lanjut Hendra, berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), pada Agustus 2026 terdapat 28.328 kasus ISPA.
Sementara itu, pada minggu pertama hingga minggu kedua September 2026, jumlah kasus ISPA terbilang turun sangat tajam. Pada 5 September tercatat 1.007 kasus, 6 September 85 kasus, 7 September 1.607 kasus, dan 8 September terdapat 1.309 kasus.
“Di tanggal 6 tidak ada pelayanan, kemungkinan data yang ada hanya jumlah yang rawat inap saja,” katanya.
Meski demikian, Hendra tetap mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati. Masyarakat juga diminta tetap menggunakan masker apabila hendak beraktivitas di luar rumah.
Pasalnya, erupsi Gunung Anak Krakatau belum benar-benar berhenti.
“Meski begitu, tetap hati-hati dan tetap gunakan masker jika keluar rumah,” katanya. (alfian/aditya)
























