SATELITNEWS.COM, SERANG—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meminta seluruh kader posyandu untuk menggencarkan sosialisasi dan edukasi terkait program Keluarga Berencana (KB) hingga sampai tingkatan Rumah Tangga. Pasalnya, rumah tangga mempunyai peranan penting sebagai ujung tombak capaian Pembangunan yang dilakukan oleh Pemprov Banten.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengatakan, banyak program Pembangunan yang sedang dilakukannya dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan cerdas, sehingga bonus demografi Indonesia Emas 2045 dapat dioptimalkan dengan baik.
“Generasi emas itu akan tercapai manakala anak-anak kita sehat, cerdas dan bebas dari stunting,” katanya usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke – 32 di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin (30/6/2025).
Untuk itu, seluruh kader di BKKBN dan Posyandu harus rutin turun ke lapangan memastikan program KB itu bisa berjalan dan diterapkan di seluruh rumah tangga. “Menanggulangi stunting salah satunya dengan keterwakilan kader kami yaang akan terus mengedukasi KB, khususnya di tingkat rumah tangga. Kalau ini sudah bekerja dengan baik, anak sehat keluarga bahagian insya allah akan menyumbang generasi emang 2045 nanti,” ujarnya.
Sementara itu Plh Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu dirinya mengajak semua pihak untuk merefleksikan kembali peran penting keluarga dalam proses pembangunan nasional.
“Keluarga adalah pondasi utama dalam pembangunan bangsa. Keluarga yang kuat dan harmonis akan melahirkan generasi yang berkualitas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di era global,” ujar Deden.
Baca Juga: 80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti
Deden menyampaikan bahwa pembangunan keluarga bukan sekadar upaya sosial, melainkan strategi besar untuk menciptakan ketahanan bangsa. Menurutnya, jika keluarga tangguh, maka negara pun akan menjadi kuat dan berdaya saing. “Pembangunan keluarga adalah investasi jangka panjang,” tegasnya.
Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga kependudukan, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan keluarga melalui pendekatan yang proaktif dan berbasis kebutuhan riil di lapangan. (luthfi)
























