SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dua buah bom jenis mortir membuat geger pemilik lapak barang bekas di Kampung Pondok Sentul RT 007 RW 010 Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Mortir tersebut telah dievakuasi oleh Gegana Polda Metro Jaya, pada Rabu (2/6/2025) malam.
Pemilik lapak barang bekas, Halili (55) mengatakan bahwa barang yang sebelumnya tidak ia ketahui bom mortir itu didapatkan dari dua orang laki-laki yang menjual besi tua. Keduanya datang ke lapak Halili hendak menjual besi menggunakan karung berwarna hijau.
“Dia bawa karung isinya campuran besi tua, saya saat itu ikut nurunin karena mereka datang menggunakan motor dan karungnya ditaruh depan motor dan dipangku, total beratnya 52 kilo. Jadi barang itu baru datang untuk dijual, bukan sudah ada di tumpukan lapak,” ujarnya saat ditemui, Kamis (3/6).
Halili meneruskan, setelah keduanya pergi, dirinya pun langsung membongkar karung bernilai Rp 230 ribu tersebut dengan niat memilah jenis besi yang dijual. Setelah dikeluarkan, Halili mengaku belum mengetahui bahwa besi itu merupakan bom jenis mortir.
“Saya kan langsung milah-milah, yang alumunium dipisah, besi dipisah. Tiba-tiba terlihat kuningan, senang saya karena kuningan harganya lebih mahal. Saya langsung minta anak saya untuk gerinda (motong) besi itu untuk mengambil bagian kuningannya,” ucapnya.
Namun, kata Halili, sang anak tidak langsung menggerinda bom tersebut. Dikarenakan penasaran, sang anak pun mencapai thau melalui smartphone miliknya akan kedua barang itu yang memiliki berat delapan kilogram.
Baca Juga: Karyawan Pergoki Pemuda Curi Laptop dan iPhone di ITC BSD
“Anak saya sempat tanya ini apa takutnya bom, saya awalnya mikir itu hanya besi biasa yang digunakan orang untuk mancing, terus anak saya langsung coba cari tahu di google, setelah di foto dan dicari di google ternyata keluar mortir, persis sekali bentuknya juga sama,” jelasnya.
“Bentuknya itu seperti ini (sambil nunjukin foto) bagian atas dan bawahnya kuningan, sudah sempat saya getok-getok tapi gak copot bagian kuningannya,” sambungnya.

Setelah mengetahui bahwa itu barang berbahaya, Halili langsung melaporkan penemuan itu ke Mapolsek Serpong. Akhirnya, sekira pukul 21.10 WIB pihak Gegana Polda Metro Jaya tiba di tempat kejadian perkara (TKP) guna mengevakuasinya.
“Setelah anak saya kasih tau kalau itu mortir saya langsung laporan ke polisi, hari itu juga hujan-hujan saya berangkat laporan sekitar jam 16.48 WIB. Saat laporan, polisi tanya kalau di lapak ada orang atau ngga, saya jawab ada anak 2, polisi langsung minta agar anak saya keluar dari sana. Saya langsung berpikir wahh ini gawat berarti, saya langsung telpon anak saya untuk keluar dari lapak,” ucapnya.
Dari pengakuan Halili, kedua orang yang menjual diperkirakan berusia 40 hingga 50 tahun. Kata dia, keduanya masih dalam kondisi pakai kotor dengan tanah. Halili menduga kuat bahwa yang bersangkutan merupakan pekerja yang tengah menggali tanah.
Kapolsek Serpong, Komisaris Polisi Suhardono membenarkan penemuan mortir tersebut. Kata dia, kedua mortir itu memiliki ukuran berbeda, satu mortir memiliki panjang 30 sentimeter dengan lebar 10 sentimeter. Lalu mortir kedua memiliki panjang 60 sentimeter dengan lebar 15 sentimeter. Menurutnya, barang itu merupakan peninggalan perang jaman lampau.
Baca Juga: Pemotor Tewas Terlindas di Depan Taman Kota 1 Serpong
“Bener di Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong tepatnya di lapak besi tua. Laporan masyarakat yang mecurigai benda seperti peluru mortir peninggalan jaman perang dan saat ini benda tersebut diamankan di Den Gegana Polda Metro Jaya,” bebernya.
Suhardono melanjutkan, dua orang menjual besi tersebut pun tengah dalam penelusuran pihaknya dengan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi. (eko)
























