SATELITNEWS.COM, SERANG – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Dimyati Natakusumah, meminta Pondok Pesantren (Ponpes) bisa memperkuat ketahanan moral anak bangsa, di tengah gempuran kemajuan teknologi saat ini. Menurut Mr. Dim, saat ini generasi bangsa kita banyak yang terpapar isu-isu radikal, ekstrimis, hingga teroris dari pengaruh kemajuan teknologi.
Atas segala persoalan dan tantangan itu, pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh stackholder, termasuk Ponpes dan kalangan ulama.
Dengan pembelajaran agama yang kuat, serta penanaman nilai-nilai dasar pancasila, diyakini akan mampu menjadi pondasi terhadap berbagai pengaruh luar.
“Kita ini terbantu oleh banyaknya Ponpes dan Kiayi. Oleh karena itu kita harus terima kasih atas peran aktif mereka,” kata Mr. Dim, saat menghadiri Silaturahmi Akbar dan Rapat Koordinasi Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten, dengan Pengurus FSPP Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu (5/7/2025).
Selain itu, kemajuan teknologi juga dapat menimbulkan degradasi moral yang saat ini dialami oleh para generasi muda kita. Tantangan zaman yang semakin kompleks ini jika tidak diatasi dengan penguatan pondasi agama, maka akan berpengaruh pada persatuan dan kesatuan yang selama ini terjalin dengan baik.
“Itu tantangan yang tidak mudah, dan akan bisa diselesaikan manakala terbangun sebuah kolaborasi yang kuat,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Dewi: Santri Bukan Saja Pandai Mengaji, Tapi Kuat Fisik dan Mental
Mr. Dim juga mengatakan, terdapat sejumlah peran yang harus dikedepankan oleh FSPP. Diantaranya, menguatkan ukhuwah antar pondok pesantren dan membangun solidaritas, untuk bahu membahu dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
“Selanjutnya, FSPP berperan dalam menambahkan keberkahan keilmuan dan inovasi, membangun kesadaran kolektif untuk bersama-sama dalam pembangunan daerah,” tambahnya.
Sementara, Dewan Pertimbangan FSPP Provinsi Banten Embay Mulya Syarif menyampaikan, Provinsi Banten hampir berusia 25 tahun, banyak perubahan terjadi. Mulai dari pembangunan yang telah dirasakan oleh masyarakat dan lainnya.
“Pembangunan fisik sudah kita rasakan, sekarang bagaimana membangun SDM-nya. Tugas kita (Pondok Pesantren ,red) membangun moralitas masyarakat Banten, tugas kita di ponpes membangun karakter,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Presidium FSPP Provinsi Banten KH Soleh Rasyid menuturkan, dalam waktu dekat pihaknya berencana akan membangun Pusat Dakwah FSPP Provinsi Banten bekerjasama dengan Badan Wakaf Alquran dan seluruh Pondok Pesantren, yang berada di Provinsi Banten. (luthfi)
























