SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Banjir yang merendam Perumahan Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan akhirnya surut pada, Selasa (8/7/2025) sore pukul 15.00 WIB.
Banjir yang terjadi sejak Senin (7/7) malam menyebabkan setidaknya 400 kepala keluarga (KK) terdampak.
Tidak hanya Pondok Maharta, setidaknya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel mencatat ada 22 titik banjir.
Penanggulangan Bencana BPBD Tangsel, Dian Wiryawan mengatakan bahwa banjir dipastikan surut. Puluhan titik itu saat ini sudah tidak ada yang terendam air yang sebelumnya ketinggian air mencapai 130 sentimeter.
“Alhamdulillah semua titik genangan di Tangerang Selatan sudah surut sekitar jam tiga,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon.
Berdasarkan laporan yang diterima, titik yang paling lama surut berada di Perumahan Pondok Maharta. Pada titik itu, sejumlah mesin pompa mobile dikerahkan untuk menyedot air yang merendam rumah warga agar bisa dibuang ke kali.
Pantauan di lokasi, secara perlahan air yang merendam rumah-rumah warga di Pondok Maharta dan berdampak bagi 400 kepala keluarga (KK) itu perlahan surut, dengan bantuan mesin pompa mobil milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane.
Baca Juga: SIM Keliling Tangerang Selatan Rabu 9 September 2026, Cek Lokasinya
Puluhan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel pun diterjunkan, untuk mengangkut sampah-sampah yang terbawa air diantaranya kayu-kayu hingga kasur berukuran cukup besar.
Sebelumnya, Ketua RT 01 setempat, Dedi Hasan menyampaikan bahwa air mulai masuk ke permukiman warga pada Senin malam sekira pukul 19.00 WIB. Sehingga, agar benar-benar surut dibutuhkan waktu sekitar 20 jam. Bahkan, kondisi ini dirasakan terparah selama ia tinggal.
“Mulai banjir jam 7 malam, ini sebenernya paling parah dibandingkan banjir sebelumnya, ini paling parah sampai tiga RW terkena imbasnya,” katanya.
Kata dia, terdapat tiga RW yang terdampak dan sempat mengungsi lantaran kondisi rumahnya tidak memungkinkan untuk tetap bertahan akibat air masuk.
Dedi menuturkan, dampak yang ditimbulkan akibat banjir tidak hanya berupa materil. Ia pun mengaku khawatir apabila hujan kembali turun, apalagi banjir hari ini terparah yang pernah dialami. Menurutnya, solusi penyelesaian banjir harus ada kordinasi antar pemerintah daerah mulai dari hulu sampai ke hilir. Pasalnya, kata dia, banjir di Maharta bukan hanya disebabkan air hujan.
“Jadi sebenarnya solusi banjir Maharta itu harus ada kerjasama lintas daerah karena ini hulu ke hilirnya. Ini sebenarnya aliran air yang masuk ke Maharta banyak dari berbagai sudut, larinya ke Maharta semua, jadi debit air yang besar ini bukan hasil curah hujan di Maharta,” paparnya.
Baca Juga: Redam Debu Vulkanik, Pemkot Tangsel Semprot Jalan Protokol Dini Hari
“Solusinya harus ada lintas kolaborasi antara yang punya perumahan Wali Kota Tangerang, Tangsel, tentu Gubernur harus ikut memberikan solusi. Karena kalau misalnya cuma Maharta saja pasti selamanya begini tidak ada solusi,” lanjutnya. (eko)
























