SATELITNEWS.COM, LEBAK—Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,4 terjadi sekitar pukul 06.50 WIB, Rabu (9/7/2025) pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak saat ini masih melakukan pemantauan dan koordinasi untuk menginventarisir kerusakan yang diakibatkan peristiwa tersebut.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Geofisika dan Klimotologi (BMKG) pusat gempa berada pada koordinat 6,52 Lintang Selatan dan 104,73 Bujur Timur, atau sekitar 95 kilometer barat laut Sumur, dengan kedalaman 24 kilometer.
Mengingat titik gempa berbasatan dengan Kabupaten Lebak usai menerima laporan adanya peristiwa tersebut, BPBD Lebak langsung meningkatkan koordinasi baik dengan pemerintah kecamatan maupun relawan BPBD yang tersebar di 28 Kecamatan.
“Iya, BPBD Kabupaten Lebak menerima laporan gempa bumi dengan Magnitudo 5,4. Walaupun sejauh ini belum ada laporan kerusakan, koordinasi untuk menginventarisir kerusakan terus kita lakukan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama.
Menurut Febby, meski gempa ini sempat membuat panik warga khususnya yang berada di daerah Lebak Selatan namun tidak berpotensi tsunami. Akan tetapi, Febby meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, terutama mereka yang tinggal di wilayah pesisir selatan.
Terlebih saat ini cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas lama yang disertai angin kencang dan petir masih masih terjadi di Kabupaten Lebak. Oleh karenanya, Febby meminta warga untuk tetap waspada. “Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada. Gempa susulan bisa terjadi kapan saja, walau skalanya lebih kecil,” kata Febby.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Polres Lebak Siapkan Sumur Bor
“BPBD Kabupaten Lebak juga telah mengaktifkan sistem koordinasi cepat dengan aparat desa dan relawan kebencanaan untuk memantau situasi dan merespons cepat jika terjadi perkembangan lanjutan,” tandasnya.
Warga di beberapa titik, termasuk di Rangkasbitung dan Desa Sarageni, melaporkan merasakan guncangan akibat gempa tersebut. Subandi salah satunya mengaku merasakan getaran saat sedang duduk di depan rumah. “Iya tadi pagi ada gempa, tapi gak lama, sempat panik dan pada keluar rumah,”ujar Subandi.
Meski guncangan berlangsung singkat, sejumlah warga mengaku cemas karena wilayah pesisir memang kerap menjadi zona rawan gempa. “Semoga tidak menimbulkan Tsunami dan tidak terjadi gempa susulan,”harapnya. (mulyana)
























