SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Kredit multifinance mengalami perlambatan per Mei 2025. Pertumbuhan piutang mulitifnance tersebut merupakan yang terendah sejak awal tahun.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan penyaluran pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan sebesar Rp 504,58 triliun pada bulan kelima tahun ini atau naik 2,83%. Padahal pada Mei 2024 lalu, piutang multifinance masih dapat tumbuh dua digit atau 10,82%.
Berdasarkan pernyataan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan piutang multifinance ditopang oleh pembiayaan modal kerja. “Pembiyaaan modal kerja tumbuh 10,34% yoy,” katanya.
Seiring dengan melambatnya pertumbuhan penyaluran pembiayaan, NPF gross multifinance naik 14 basis poin (bps) secara bulanan. Akan tetapi bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, posisi NPF gross Mei tahun ini masih lebih baik. Pada periode yang sama NPF net multifinance naik 6 bps secara bulanan dan 13 bps secara tahunan.
Praktisi dan Pengamat Industri Pembiayaan Jodjana Jody berpendapat pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance yang makin melambat dipicu adanya pemburukan ekonomi. Dia mencontohkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,87% saja pada kuartal I-2025. “Selain itu, adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di industri manufaktur dan jasa juga memperburuk permintaan kredit multifinance,” ungkapnya Rabu (9/7/2025).
Jody menambahkan lesunya sektor otomotif, serta ketidakpastian situasi global akibat ketegangan geopolitik dan perang tarif, juga menjadi faktor yang membuat pertumbuhan kredit multifinance melambat. Lebih lanjut, dia memproyeksikan piutang pembiayaan multifinance hanya tumbuh single digit pada tahun ini. “Untuk tumbuh 5% saja sudah sangat baik,” tuturnya.
Guna mendorong kinerja ke depannya, Jody menilai perusahaan multifinance mesti mencoba membidik sektor pembiayaan yang masih bisa tumbuh dan lebih fokus untuk perbaikan portofolio pembiayaan. Sebab, bukan saat yang tepat bagi multifinance untuk tumbuh jorjoran, melainkan harus lebih selektif. (jpg)