SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Paris Saint-Germain menyapu begitu saja Real Madrid dari jalan menuju final Piala Dunia Antarklub 2025. Laga yang menunjukkan keganasan pasukan Luis Enrique.
PSG tampil nyaman menghadapi tim dengan pengalaman sebesar Madrid, dalam laga di MetLife Stadium, Kamis (10/7/2025) dini hari WIB. Fabian Ruiz dan Ousmane Dembele sudah membawa tim Prancis itu unggul 2-0 dalam sembilan menit.
Torehan lain dari Ruiz pada menit ke-24 kian memukul Madrid. Gol Goncalo Ramos tiga menit jelang waktu normal habis jadi pengantar memalukan untuk Madrid kembali ke Spanyol.
Pada laga ini PSG mendemonstrasikan ke Madrid bagaimana semestinya sebuah sistem bekerja. Para penyerangnya sangat menyengat tanpa alergi ikut bertahan, lini tengahnya begitu mengontrol, dan pertahanan menjaga ketinggian serta kelebaran agar lawan tercekik.
Hasil dari kombinasi itu adalah tujuh peluang on target buat PSG dan hanya dua untuk Madrid. PSG semacam mengajari Madrid bagaimana caranya menekan dan keluar dari tekanan.
Tapi PSG musim ini memang sedang panas-panasnya. Madrid bahkan bukan yang pertama jadi korban monster ciptaan Luis Enrique itu.
Salah satu buktinya adalah catatan mereka di laga fase gugur atau knockout. Sejak kalah 2-3 dari Aston Villa pada leg kedua perempatfinal Liga Champions, yang tak menghentikan mereka dari memenangi turnamen itu, PSG selalu menang di tujuh pertandingan. Dalam tujuh laga itu, Dembele dkk mencetak 21 gol dan cuma kebobolan sekali. “Luis Enrique sudah menciptakan monster,” kata komentator DAZN dan eks pemain Tottenham Hotspur Andros Townsend.
Pelatih Madrid Xabi Alonso mengakui kekalahan timnya dari sang juara Eropa. Tapi ia mengingatkan bahwa eranya di Madrid baru saja dimulai musim panas ini sementara PSG sudah dibangun dua tahun oleh Luis Enrique. “Di awal, kemundurannya cukup besar dengan ketertinggalan 0-2. Kami sejak awal tahu tugasnya sudah sangat berat melawan Paris, apalagi tertinggal dua gol setelah 10 menit,” kata Alonso di DAZN.
“Hari ini, saat ini, perasaannya bukan yang terbaik. Tapi kami bakal perlu belajar dari kekalahan hari ini.”
“Pastinya mereka tim yang sudah membangun diri selama dua tahun, kami baru memulai. Jadi akan butuh waktu. Tapi kami bakal perlu belajar dari hari ini dan tentu saja perasaan hari ini bukanlah yang terbaik,” imbuhnya.
Alonso juga mengaku salah karena memainkan terlalu banyak pemain depan. Di pertandingan itu, Alonso memainkan tiga penyerang sebagai starter; Kylian Mbappe, Vinicius Junior, yang didukung pemain muda Gonzalo Garcia. Taktik yang diakui Alonso keliru. “Tidak diragukan lagi. Ini di luar ekspektasi kami,” kata suksesor Carlo Ancelotti itu dikutip AS.
Usai ketinggalan tiga gol di half-time, Xabi Alonso mengubah strategi dengan menggeser Garcia ke kiri. Los Blancos menciptakan lebih banyak peluang tapi tetap gagal mengubah kedudukan. “Saya pikir kami harus menunggu karena di babak kedua, kami mengubah pressing dari formasi 4-3-3 ke 4-4-2 dengan Gonzalo di kiri. Analisis dari keputusan ini akan dilihat dan saya terbuka pada kritik,” lanjut dia.
“Kami semua bersama-sama dan hasil ini tidak akan banyak memengaruhi kami untuk awal musim depan. Ini akan jadi sebuah start awal dari nol, bukan dari 98 di mana kami menyudahi hari ini,” lugas Xabi Alonso.
Bagi PSG, kemenangan atas Madrid merupakan pertandingan ke-64 yang sudah dijalani PSG selama musim 2024-25. Mereka berhasil melewati rintangan yang ada dan memenangi gelar-gelar yang tersedia.
Sebelumnya, tim asuhan Luis Enrique telah memenangi Ligue 1, Trophee des Champions, Coupe de France, dan Liga Champions pertama dalam sejarah klub. “Saya merasa luar biasa. Saya pikir kami memulai laga dengan sangat baik dan kami senang dengan penampilan kami. Dengan kondisi yang ada, laga memang berjalan sulit, tetapi kami berada di momen spesial di musim yang spesial,” ujar Enrique kepada DAZN.
PSG selanjutnya akan berjumpa Chelsea dalam partai puncak di lokasi yang sama pada Senin (14/7) pukul 02.00 WIB. Jika menang, maka mereka dipastikan menyapu bersih semua trofi yang bisa mereka raih musim ini. “Kami akan mencoba (untuk menang). Kami hanya perlu satu langkah lagi melawan tim bagus seperti Chelsea, tetapi kami hampir sampai sampai dan kami ingin membuat sejarah untuk klub kami,” tegas Enrique. (dm)