SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Penutupan akses jalan utama menuju SMPN 17 dan SMAN 6 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang dilakukan warga Komplek Pamulang Permai I, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, dikeluhkan para orang tua siswa. Mereka menilai tindakan tersebut mengganggu kenyamanan dan keselamatan anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah.
“Iya tidak bagus kayak gini, RW-nya tidak bagus. Jadi imbasnya ke semua anak murid buat dia masuk ke sekolah agak sulit terganggu,” ujar Saiful (36) salah satu orang tua siswa SMPN 17 Tangsel saat ditemui, Senin (14/7/2025).
Warga Pondok Cabe itu menyayangkan adanya penutupan akses jalan yang selama ini menjadi jalur utama para siswa menuju sekolah. Ia mengatakan, persoalan ini muncul akibat adanya konflik antara pengurus lingkungan dan pihak sekolah.
“Anak saya masuk SMP 17, saya memang udah tau sebelumnya warga sini demo juga. Yang ada masalahnya di SMA 6 jadi kena imbas karena satu akses jalan,” ucapnya.
Menurutnya, akses tersebut merupakan jalur paling efisien dan aman bagi para siswa maupun orang tua yang mengantar. Dirinya berharap agar akses tersebut dapat kembali dibuka agar tidak menyulitkan para siswa untuk bersekolah.
“Saya sih sebagai orang tua anak yang bersekolah kepengen akses ini dibuka biar siswa dapat akses yang lebih nyaman tidak muter-muter. Ini juga satu-satu orang masuknya. Ini kan akses jalan utama, kalau dibuka kan orang tua bisa antar sampai depan sekolah, ini mah sampai gerbang jalan masuk kedalam,” paparnya.
Baca Juga: Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Digelar di Islamic Center Tangsel
Keluhan serupa disampaikan Yoyoh, warga Reni Jaya. Ia mengaku kecewa karena penutupan jalan ini membuat momen hari pertama sekolah menjadi kacau. Kata dia, informasi penutupan akses jalan sekolah sudah diketahui sebelumnya melalui media sosial (medsos).
“Sudah dua minggu lalu saya sudah lihat di medsos SMA 6 ditutup, anak saya di SMP 17. Terganggu juga kalau seperti ini pintu masuknya ditutup, pertama masuk sekolah harusnya didampingi jadi tidak bisa. Padahal momentum hari pertama biasanya didampingi ini tidak bisa jadi bingung,” jelasnya.
Selain akses yang terganggu, Yoyoh juga mengeluhkan kemacetan yang terjadi di sekitar lingkungan sekolah akibat penutupan tersebut. “Tadi juga macet jadi parkirnya jauh disana, anak jalan kaki masuk kedalam sekolah,” ucap wanita yang anaknya bersekolah di SMPN 17 Tangsel itu.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 06.15 WIB, nampak ratusan siswa dari sekolah SMPN 17 dan SMAN 6 Tangsel mulai berdatangan. Para orang tua yang mengantar anaknya hanya bisa sampai depan gerbang gapura di pinggir jalan. Selanjutnya para siswa berjalan kaki menuju sekolah.
Gerbang yang sebelumnya di segel warga pun masih belum bisa diakses secara normal. Gerbang berwarna hijau itu memang terbuka namun hanya bisa dilewati satu orang dikarenakan terlilit rantai yang digembok.
Sebagai informasi, libur kenaikan kelas atau libur semester genap telah berakhir. Hari ini siswa-siswi kembali menjalani rutinitas belajar di sekolah. Bagi murid baru, mereka akan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). (eko)
Baca Juga: Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat
























