SATELITNEWS.COM, LEBAK—Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo melalui Kementerian Sosial (Kemensos) cukup tinggi peminat di Lebak. Berdasarkan catatan Dinas Sosial (Dinsos) Lebak, ada sekitar 40.551 calon siswa untuk SD, SMP dan SMA, sementara yang diterima sesuai kuota sebanyak 200 orang.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Lebak Lela Gifty Cleria, menyampaikan bahwa dirinya menyambut baik antusias warga Lebak yang ingin mengikuti program Sekolah Rakyat. Namun, Dinsos tidak bisa berbuat banyak lantaran kuota yang disediakan hanya 200 orang saja.
“Jadi yang masuk Sekolah Rakyat itu total ada 40.551 calon siswa untuk SD, SMP dan SMA. Tetapi kuota yang kami terima hanya 200 siswa, yang terdiri dari 100 SMA dan masing-masing 50 siswa SD dan SMP,” terang Lela.
Lela menuturkan, bahwa tidak semua orang bisa masuk Sekolah Rakyat, karena siswa ditentukan oleh pemerintah pusat melalui Kemensos. Artinya, segala sesuai yang berhubungan dengan jumlah itu semua ditentukan oleh pusat. “Mereka yang masuk data Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan masuk dalam Desil 1 atau kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah,” kata Lela.
Menurutnya secara keseluruhan, program Sekolah Rakyat di Lebak berjalan lancar tanpa ada halangan. Mulai dari penjaringan hingga pelaksana pada hari pertama masuk dan hingga pemeriksaan kesehatan. Namun demikian, tempat dimana untuk kelangsungan sekolah rakyat progresnya sedang renovasi gedung yang berada di Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP Banten) yang berada di Jalan Siliwangi, Kecamatan Rangkasbitung.
“Jadi semuanya sedang dalam proses renovasi di BPMP oleh Kementerian PU, jadi beberapa bagian yang dalam tahap penyesuain,” ujarnya. Lela menyebutkan bahwa murid sekolah rakyat berasal dari seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Lebak. Terbanyak kata Lela peserta didik baru untuk sekolah rakyat berada di Lebak Tengah dan Selatan. “Kebanyakan itu dari Lebak tengah dan selatan untuk murid sekolah rakyat, untuk wilayah perkotaan di Rangkasbitung dan sekitarnya sedikit ya,” pungkasnya.
Kepala Dinsos Lebak, Eka Darma Putra menambahkan, usai menjalani tes kesehatan beberapa hari lalu. Siswa siswi sekolah rakyat akan mulai beraktivitas pada bulan Agustus nanti. “Untuk pendataan, cek kesehatan sudah dilakukan. Untuk keberlangsungan kegiatan belajar mengajarnya itu pada bulan Agustus nanti. Sekarang ruanganya belajarnya masih dalam tahap renovasi,”imbuhnya. (mulyana)