SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Terletak di Jalan Janur Kuning, Kelurahan Sudimara Jaya, Kecamatan Ciledug, Kampung Darling menjelma menjadi oase hijau di tengah kepadatan kota. Kawasan yang dulunya hanyalah gang sempit dan padat kini dikenal sebagai kampung tematik lingkungan yang menginspirasi banyak orang lewat inovasi pengelolaan sampahnya.
Pada Jumat, 18 Juli 2025, suasana pagi di Kampung Darling terasa berbeda. Udara segar menyambut setiap tamu yang datang. Jalanan setapak dihiasi pohon-pohon rindang dan bunga warna-warni yang tertata rapi di depan rumah-rumah warga. Tak ada sampah berserakan, tak tercium bau menyengat — semuanya bersih, asri, dan nyaman.
Perubahan besar ini bermula pada 2019. Saat itu, Pemerintah Kota Tangerang menggelar sosialisasi program Kampung Tematik. Salah satu sesi menghadirkan Bambang Irianto, penggerak Kampung Triji di Malang. Kehadirannya menjadi pemantik semangat bagi warga setempat, termasuk Edi, Ketua RT 04/RW 11.
“Beliau berbicara dengan sangat nyata. Hati saya langsung tergerak untuk menciptakan keindahan seperti dia,” kata Edi, mengenang momen awal perubahan di lingkungannya.
Tak butuh waktu lama, warga mulai bergerak. Pada 16 Juni 2019, Kampung Tematik Darling resmi terbentuk. Setahun kemudian, tepatnya 20 Februari 2020, berdirilah Bank Sampah Darling sebagai tonggak perubahan berkelanjutan. Sejak saat itu, kampung ini tak lagi hanya bicara soal lingkungan bersih, tapi juga ekonomi sirkular yang menguntungkan warga.
“Setiap rumah menghasilkan sampah, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. Kita dorong masyarakat, kita ajak bahwa sampah sekecil apapun ada harganya,” ujar Edi.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Tangsel Siagakan Pesapon
Tak sekadar memilah dan menjual sampah anorganik, warga Kampung Darling juga mengolah berbagai limbah rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan. Minyak jelantah disulap menjadi sabun cuci, kulit buah difermentasi menjadi eco-enzyme, dan kulit nanas dijadikan minuman probiotik. Aroma daun mint dan serai pun menguar dari sudut-sudut rumah, menambah kesegaran alami di lingkungan.
Kini, Bank Sampah Darling memiliki 260 nasabah aktif. Setiap Minggu pagi, antara pukul 08.00–12.00 WIB, warga datang membawa sampah non-organik seperti botol plastik, kardus, logam, dan aluminium. Sampah-sampah itu ditimbang hingga ke satuan gram. Hasil penjualannya pun dibagi secara transparan: 70 persen untuk nasabah, 30 persen untuk operasional dan program sosial.
Dana itu dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti program Rumahku Merdeka Sampah, Ramadan Suci Berbagi, hingga Berbagi Kasih untuk Ibu. Semua dikelola bersama dan dikembalikan ke masyarakat.
“Mengubah mindset itu jauh lebih sulit daripada memilah sampah. Tapi saya mulai dari mereka yang mau dulu. Ketika mereka merasakan manfaatnya, mereka yang akhirnya menyebarkannya ke yang lain,” ucap Edi.
Dampaknya pun meluas. Bukan hanya warga setempat yang terlibat. PT PLN, PT Pegadaian, hingga masyarakat dari luar kota ikut menitipkan sampah mereka untuk dikelola oleh Bank Sampah Darling. Hebatnya, semua pencapaian ini diraih tanpa proposal atau permintaan khusus ke instansi.
“Sepenuhnya hanya lewat unggahan media sosial. Semangat dan karya warga kampunglah yang berbicara,” tutur Edi bangga.
Baca Juga: Maraknya Pembuangan Sampah Liar di Tangsel, DLH Soroti Rendahnya Kesadaran Warga
Kiprah Kampung Darling tak luput dari perhatian. Mereka masuk lima besar bank sampah terbaik nasional versi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2023, tergabung dalam jaringan Bank Sampah Komunitas Astra, dan dua kali berturut-turut meraih predikat terbaik.
Namun bagi Edi, penghargaan bukanlah tujuan akhir.
“Yang terpenting adalah kebermanfaatan. Sampah yang tadinya hanya jadi masalah, sekarang bisa jadi sumber kesejahteraan,” katanya mantap.
Dari gang sempit yang hanya cukup dilalui satu sepeda motor, Kampung Darling telah membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil dan konsistensi warga. Kampung ini kini menjadi simbol harapan: bahwa dari tumpukan sampah, dapat tumbuh kehidupan yang lebih baik. (mg01)
