SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Jalan Raya Citeras–Tigaraksa dilaporkan mengalami kerusakan parah, khususnya di wilayah Kampung Katomas, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, serta di Kecamatan Cisoka. Warga mendesak Pemerintah Provinsi Banten untuk segera melakukan perbaikan, karena kerusakan jalan tersebut dianggap membahayakan pengguna jalan dan kerap memicu kecelakaan lalu lintas, Minggu (20/7).
Agus Supriatna, warga Kampung Katomas RT02/RW02, mengungkapkan kondisi jalan di sekitar tempat tinggalnya sudah rusak berat. Saat hujan turun, lubang-lubang di jalan berubah menjadi genangan besar yang tidak terlihat oleh pengendara.
“Banyak yang kecelakaan. Lagi jalan kencang, tiba-tiba jatuh. Mungkin dikira genangan air, ternyata lubang besar,” ujar Agus kepada Satelit News, Minggu (20/7).
Menurutnya, perbaikan jalan kerap dilakukan dengan cara tambal sulam menggunakan aspal. Namun, perbaikan tersebut tidak pernah bertahan lama. Dalam hitungan minggu, kerusakan kembali terjadi, terutama karena jalan itu dilalui truk-truk bertonase besar, terutama truk pengangkut tanah yang melintas hampir setiap malam.
“Sering ditambal, tapi paling bertahan tiga sampai empat minggu. Setelah itu rusak lagi. Mungkin karena tiap malam dilewati kendaraan berat, seperti truk transformer,” jelasnya.
Agus berharap Pemprov Banten segera turun tangan memperbaiki jalan, khususnya di kawasan Tigaraksa dan Cisoka, yang masuk wilayah Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa
“Pemprov harus bertindak cepat. Jangan tunggu ada korban jiwa baru diperbaiki,” tegasnya.
Hal serupa disampaikan Sohib, warga Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka. Ia menggambarkan kondisi jalan di wilayahnya sudah sangat parah, dengan banyak retakan dan lubang besar. Bahkan, ia menyebutnya seperti “habis diserang rudal”.
“Kondisinya mengkhawatirkan. Lubangnya besar-besar, retaknya juga. Kalau hujan, jalannya berubah jadi penuh lumpur. Seperti habis diserang rudal Iran,” ujarnya dengan nada kesal.
Sohib juga menilai bahwa penyebab utama kerusakan adalah truk-truk bermuatan tanah yang melintas setiap hari, terutama malam hari. Ia menyebut, dalam satu malam bisa ada 10 hingga 11 truk berat melintasi jalan tersebut secara bersamaan.
“Ya, gimana nggak cepat rusak. Mobil yang lewat besar-besar semua. Malam hari bisa belasan truk lewat bersamaan,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Sony, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi Satelit News terkait keluhan warga tersebut. (alfian/aditya)
Baca Juga: Cegah Judol, Propam Polresta Tangerang Razia Ponsel Anggota





















