QSATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, meminta perusahaan retail besar untuk menyetop sementara pasokan beras dari supplier.
Hal tersebut dilakukan, menindaklanjuti informasi berita terkait pemeriksaan tentang dugaan pelanggaran mutu dan takaran beras, terhadap 26 merk beras (beras oplosan).
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari mengatakan, kemarin dari Tim Satgas menyampaikan laporan bahwa saat ini sedang ada pemeriksaan mengenai informasi berita, terkait pemeriksaan dugaan pelanggaran mutu dan takaran beras terhadap 26 (dua puluh enam) merek beras (beras oplosan).
Menindaklanjuti adanya persoalan tersebut, kata Titi, pihaknya langsung mendatangi perusahaan ritel untuk meminta data stok beras. Kemudian berdasarkan data, stok beras yang ada seperti di perusahaan ritel Indomaret terdapat 685 karung, dengan masing masing 1 pack berisi 5 Kilogram.
Sedangkan Alfamart, terdapat 90 ton beras. Stok beres yang ada di perusahaan ritel tersebut, merupakan stok se-Banten.
“Kami memenuhi keinginan tim Satgas, mempunyai data stok terlebih dahulu, kedua memberikan imbauan kepada pihak retail untuk menunda sementara pemesanan beras terhadap supplier,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).
Baca Juga: Tim Diskoumperindag Kabupaten Serang Tera Ulang Timbangan Toko Emas
Dikatakan Titi, setelah melakukan komunikasi dengan pihak ritel, mereka menyampaikan sudah langsung mengantisipasi terhadap pemberitaan media mulai tanggal 10 Juli.
Diantaranya, sudah membatasi permohonan kepada supllier sampai benar benar tidak ada permasalahan kedepan di retail.
“Menurut pihak indomaret, mereka sudah langsung mengantisipasi sampai benar benar tidak ada permasalahan kedepan di retail,” tuturnya.
Begitu juga menurut pihak dari retail alfamart, kata Titi, mereka sudah menerima pernyataan dari beberapa produsen yang meyakinkan, bahwa kondisi isi dan ukur timbang sudah sesuai.
“Mereka pun langsung meyakinkan, melakukan pemeriksaan untuk menimbang takar ukur juga keadaan kemasan,” ujarnya.
Namun demikian, harapan dari pemantauan ini Diskoumperindag mengimbau masyarakat untuk tidak timbul kegaduhan atas berita yang ada, dan menjadi konsumen cerdas memperhatikan dengan kasat mata, atau jeli melihat keadaan jenis beras yang sudah dibeli. (sidik)
Baca Juga: Jual MinyaKita Diatas HET, Diskoumperindag Beri Peringatan Pedagang Di Pasar Baros
























