SATELITNEWS.COM, SERANG–Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Sifa Herdini Sekar berhasil masuk 40 besar Akademi Talenta ASN 2025.
Sifa bersaing dengan 900 pendaftar dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam program bergengsi ini.
Diketahui, Akademi Talenta ASN merupakan program pengembangan kompetensi dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), yang bertujuan mencetak pemimpin masa depan sektor publik untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Seleksi awal dilakukan secara daring melalui jalur Free Access, dan peserta yang lolos melanjutkan ke tahap pembelajaran klasikal (Bundling). Tahap Bundling akan berlangsung mulai 9 hingga 31 Juli 2025 di Kampus ASN Corporate University, Pejompongan, Jakarta.
Selama pelatihan, peserta akan mengikuti serangkaian kegiatan strategis, seperti Outdoor Learning Experience di Wikasatrian Bogor, magang korporasi di PT Pertamina (Persero), dan benchmarking secara virtual ke Jepang dan Australia.
Selama mengikuti pelatihan, peserta diwajibkan fokus penuh, dibebaskan dari tugas kantor, dan diasramakan oleh penyelenggara. Selain pembelajaran di kelas, peserta juga menyusun dan mempresentasikan rencana aksi perubahan yang akan diterapkan di instansi masing-masing.
Keikutsertaan ASN BPKAD Banten dalam program ini menjadi bukti komitmen untuk terus mendorong pengembangan kapasitas aparatur negara yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan birokrasi modern.
Kepala BPKAD Provinsi Banten Rina Dewiyanti menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. Hal itu, kata dia, bisa dijadikan sebagai motivasi bagi pegawai lainnya.
“Kami bangga salah satu ASN kami masuk dalam 40 besar ASN Talent Academy tingkat nasional. Ini menunjukkan bahwa ASN Banten memiliki kompetensi dan potensi untuk bersaing di level nasional,” katanya, Sabtu (26/7/2025).
Sekretaris BPKAD Provinsi Banten Agus Setiyadi mengatakan, keikutsertaan Sifa diharapkan dapat membawa inspirasi dan dampak positif bagi pengembangan inovasi pelayanan publik di lingkungan kerja.
“Kami mendukung penuh dan mendorong ASN lainnya untuk aktif dalam program pengembangan kompetensi seperti ini,” tuturnya. (adib)