SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Kasus tewasnya seorang balita berinisial MAA (4) di wilayah Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih menyisakan misteri yang belum terungkap oleh pihak kepolisian.
Hingga saat ini, penyelidikan masih dilakukan guna mengetahui motif penyebab tewasnya bocah laki-laki tersebut.
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Raha Setiawan mengatakan bahwa dua orang terduga pelaku telah berhasil diamankan usai peristiwa tragis itu terjadi. Namun, dirinya tidak merinci soal identitas kedua orang yang ditangkap.
“Kita amankan dua orang terduga pelaku, kita lakukan penyidikan lebih lanjut untuk hasilnya nanti kami informasikan lebih lanjut,” ujarnya Senin (28/7/2025).
Wira menyebutkan, dari hasil pemeriksaan sementara, balita itu diduga meninggal dunia akibat mengalami tindak kekerasan. Sebelumnya, kata dia, korban sempat mengalami kesakitan dan dilarikan ke RS IMC Bintaro. Namun nyawanya tidak tertolong.
“Dugaannya balita ini meninggal karena mengalami kekerasan, setelah itu kita amankan satu orang, kemudian kita melakukan penyelidikan. Untuk saat ini kita dalami dua orang untuk penyidikan lebih lanjut. Kronologinya sebenarnya anak ini sudah kesakitan dari jam 9 malam karena infonya telah terjadi kekerasan. Anak ini dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 01.00 wib,” paparnya.
Baca Juga: Tangsel Otozone 2026 Resmi Dibuka, Ada Promo Mobil dan Diskon Pajak hingga 18 Oktober
“Nah dari situ pihak keluarga ada yang melapor kemudian, pihak polsek gerak cepat langsung mengecek dan benar anak itu ada beberapa lebam di tubuhnya,” sambung Wira.
Wira menambahkan, tidak kekerasan yang dialami korban pun masih menunggu dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim forensik.
“Untuk informasi tersebut sedang kita dalami karena kita melakukan penyelidikan scientific investigation butuh keterangan dari ahli forensik, karena kemarin setelah cek TKP kita membawa jenazah ke RS Kramat Jati kita nunggu dari hasil penyelidikan,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang anak laki-laki berusia 4 tahun harus meregang nyawa setelah diduga mengalami tindak penganiayaan, pada Sabtu (26/7).
Mirisnya, pelaku tidak lain merupakan ayah kandungnya sendiri berinisial AAY. AAY langsung diamankan oleh pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (eko)

















