SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini menjadi pelopor layanan bedah sendi rahang atau temporomandibular joint (TMJ) pertama di Indonesia. Layanan ini telah menangani berbagai kasus, termasuk kerusakan sendi terberat diakibatkan praktik “kretek abal-abal”.
“Kalau ini rusak karena praktik kretek-kretek gitu. Di kretek-kretek sampai waktu datang pertama itu dia gak bisa jalan,” ujar Dokter Bedah Mulut RSU Tangsel Dhanni Gustiana, Selasa (29/7/2025), seraya memperlihatkan replika tengkorak pasien yang rusak akibat praktik “kretek abal-abal” atau chiropractic.
Dhanni menjelaskan bahwa sendi rahang atau TMJ merupakan engsel yang menghubungkan tulang tengkorak dengan rahang bawah. Fungsinya krusial untuk bicara, makan, hingga gerakan wajah. Namun, banyak masyarakat belum menyadari bahaya gangguan pada TMJ yang bisa menimbulkan nyeri ekstrem, bahkan kelumpuhan sementara.
Salah satu kasus terberat yang ditangani RSU Tangsel adalah pasien perempuan yang tidak bisa berjalan dan bicara karena nyeri sendi rahang. Kata Dhanni, bahkan pasien tersebut sampai harus menjalani pengobatan dengan morfin.
“Hubungannya apa sih? Kan padahal dia bisa di atas, kenapa kakinya yang bermasalah? Dia gak bisa bicara, dia cuma bisa nulis. Karena saking sakitnya, jadi setiap hentakan kaki itu bikin dia sakit. Nah yang terjadi adalah karena dengan praktik kretek-kretek itu tulangnya rusak,” sebutnya.
Menurutnya, banyak rumah sakit di Indonesia memang sudah menangani operasi sendi, namun belum ada yang secara khusus membentuk pusat layanan terpadu untuk TMJ. Ia menambahkan, RSU Tangsel juga aktif menjalin kerja sama dengan institusi akademik seperti Universitas Indonesia, serta melibatkan pakar dari luar negeri untuk mempelajari karakteristik anatomi dan hormonal pasien di Indonesia.
Baca Juga: Ana/Trias Singkirkan Wakil Malaysia dari Kejuaraan Dunia
Selama ini, gangguan TMJ sering disalahartikan sebagai akibat dari masalah gigi. Namun menurut Dhanni, penyebabnya lebih kompleks. Layanan ini menggunakan teknologi seperti CT Scan 3D, pemodelan tengkorak asli pasien, serta tindakan artroskopi, yakni prosedur minimal invasif menggunakan kamera kecil yang dimasukkan ke sendi rahang.
Untuk kasus berat, RSU Tangsel juga mencetak model sendi berdasarkan CT scan pasien dan mengirimkannya ke laboratorium untuk pembuatan prostetik yang dipasang melalui operasi.
Layanan TMJ ini dapat diakses masyarakat umum, termasuk peserta BPJS. Namun untuk tindakan seperti penggantian sendi, BPJS belum menanggung karena termasuk alat prostetik khusus. Meski begitu, RSU Tangsel tetap mengupayakan solusi terjangkau.
“Prostetik itu custom-made, dan sering kali butuh trial and error. Itu yang jadi kendala pembiayaan oleh BPJS,” jelasnya.
Sejak layanan ini diluncurkan, jumlah pasien terus meningkat. Pasien tidak hanya datang dari Tangsel, tapi juga dari berbagai daerah luar kota hingga Negara Jiran Malaysia.
Banyak pula pasien dari kelompok ekonomi bawah yang berhasil ditangani. (eko)
Baca Juga: Megawati Kritisi Makna Merdeka, Sentil Hukum, Tambang hingga BPJS
























