SATELITNEWS.COM, LEBAK–Sekolah Rakyat yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto merupakan sekolah gratis yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan miskin ekstrem. Jika nanti ada siswa diminta membayar atau siswa titipan, maka bisa diviralkan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan pelaku akan diberikan sanksi sesuai aturan.
Di Kabupaten Lebak, terdapat 200 siswa yang akan mengikuti Sekolah Rakyat 100 siswa untuk SMA, dan 50 SMP dan 50 SD.
Sementara data siswa yang masuk ke sekolah rakyat merupakan siswa yang siswa ditentukan oleh pemerintah pusat.
Maka Mensos menekan pentingnya Sekolah Rakyat untuk dipahami agar berjalan sesuai harapan masyarakat khususnya Presiden. Di hadapan peserta dan pejabat Banten dan Lebak mentri yang karib disapa Gus Ipul menunjukkan kunci utama dalam Sekolah Rakyat untuk dipahamai yang dinamakan Trilogi Sekolah Rakyat; Memuliakan Wong Cilik, Menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin.
“Gak ada bayar membayar, gak ada titip menitip, jika ada (siswa titipan) itu tolong viralkan, laporkan biar nanti diberikan tindakan yang semestinya. Karena yang boleh sekolah di sini mereka yang benar-benar kurang mampu atau miskin ekstrem sesuai instruksi bapak presiden,” tegas Gus Ipul saat sambutan pada acara pembukaan masa pengenalan lingkungan sekolah (PMLS) di BPMP Provinsi Banten di Jalan Siliwangi, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Jumat (1/8/2025)
“Lebih baik segera mengundurkan diri terlebih dahulu kalau ada susupan-susupan, karena kasian kalau nanti ketahuan,” ucap Gus Ipul.
Baca Juga: Wabup Lebak Gagas Bapak-Ibu Asuh di Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat dirancang untuk membantu mengurangi angka putus sekolah serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Sekolah ini (sekolah rakyat) merupakan miniatur dalam mengentaskan kemiskinan, anaknya disekolahkan dan orang tuanya diberdayayakan dengan diberikan pekerjaan dan rumahnya di perbaiki,” tandasnya.(mulyana)
























