Minggu, 6 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Gardutanjak Pandeglang, Konon Merupakan Pusat Barak dan Benteng Militer Belanda

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Minggu, 3 Agu 2025 14:21 WIB
Rubrik Banten Region, Kabupaten Pandeglang
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Anda yang senang berkunjung ke Alun-alun Pandeglang, tentu akan dengan mudah menemukan gedung olahraga besar yang diberi nama Grha Pancasila (GP).

Walaupun kini merupakan gedung yang berdesain modern, tapi dulu gedung tersebut adalah eks gedung barak militer tentara Belanda, lengkap dengan bentengnya yang kini berubah menjadi SDN 4 Pandeglang.

Sayang, seiring perkembangan zaman dan dampak pembangunan, dua bangunan bersejarah itu tak lagi tersisa. Beruntung, masih ada sisa gedung yang mencerminkan area militer di lokasi tersebut yaitu, 2 buah rumah besar yang saat ini dihuni oleh para janda serta keturunan eks anggota TNI Kodim Pandeglang.

Dipandang dari jauh, dua rumah dinas itu terlihat berukuran besar dengan atap yang terpisah. Namun lokasinya berdempetan. Rumah pertama, menghadap ke kantor inspektorat atau ke arah utara.

Menurut penuturan salah satu penghuni rumah, Imas, dia sejak kecil menempati rumah tersebut karena rumah itu disebut sebagai rumah dinas Kodim Pandeglang. Bangunan tersebut dibagi, sehingga muat ditempati oleh dua keluarga.

Diduga, sebelum difungsikan sebagai rumah dinas TNI, rumah tersebut oleh Belanda difungsikan sebagai dapur, karena ada ruangan yang dilengkapi dengan cerobong asap yang sangat besar khas dapur Belanda.

Baca Juga: Unma Banten Gelar Lokakarya dan Pameran UMKM Hasil KKN 2026

Sementara itu, bagian lantainya tidak memiliki ornamen hias dan hanya menyisakan tegel berwarna abu-abu khas rumah-rumah jadul (jaman dulu).

Namun ornamen – ornamen di rumah ini masih asli, karena engsel – engselnya pun masih berupa engsel besi dan pintu – pintu raksasa dengan kayu tebal.
Tak hanya itu, ciri khas bangunan kolonial berupa langit – langit atau plafon yang tinggi, juga bisa kita lihat di sana.

BeritaTerbaru

Bupati Pandeglang Dukung Kerja Sama Pelatihan Vokasi dengan BBPVP Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 12:08 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau Hasilkan Lava Air Mancur

Erupsi Gunung Anak Krakatau Hasilkan Lava Air Mancur

Sabtu, 5 Sep 2026 08:42 WIB
80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti

80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti

Sabtu, 5 Sep 2026 08:04 WIB
PELATIHAN -- pelatihan peningkatan kompetensi guru dengan materi public speaking dan ice breaking, untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi siswa. (ISTIMEWA)

Guru MDA Irsyadus Sariy 1 Dilatih Publik Speaking dan Ice Breaking

Jumat, 4 Sep 2026 16:40 WIB

Bagian belakang rumah, memiliki sebuah pintu yang tersambung ke bangunan yang kedua. Namum, saat ini kondisinya sudah tidak bisa dibuka, karena dipatenkan.

Sedangkan bangunan kedua, yang ukurannya lebih besar, dihuni oleh 3 keluarga pensiunan TNI. Bangunan yang ini,, tidak menghadap ke utara melainkan menghadap ke arah timur atau ke arah SDN 4 Pandeglang, yang konon kabarnya adalah benteng prajurit Belanda.

Salah satu penghuni rumah yang kedua yaitu, Rukiyah, sebagai janda prajurit TNI Kopral Satu (Purn) G. Sapei. Saat dikonfirmasi, ia mengatakan pada bangunan kedua tersebut, ia berbagi ruangan dengan tiga keluarga lainnya.

Dari pengamatan satelitnews.com, di gedung kedua itu, ada 3 ruangan yang difungsikan sebagai rumah. Ruangan atau rumah pertama, ditempati oleh janda prajurit TNI Kopral Satu (Purn) G Sapei.

Baca Juga: Situ Cikedal Pandeglang Mulai Ditata, Buka Akses RTH dan Wisata Masyarakat

Rumah tersebut, diduga adalah ruang tengah. Soalnya rumah itu memiliki pintu yang sangat tinggi, kurang lebih 3 meter dengan bentuknya yang dikenal sebagai bentuk pintu kupu-kupu tarung, karena pintu itu memiliki dua daun pintu yang bisa dibuka ke samping mirip dengan sayap kupu-kupu yang terkembang.

Setelah melewati pintu kupu – kupu, mata kita akan disuguhi dengan bagian lantainya yang istimewa, karena tehelnya memiliki motif hias yang cantik, berupa bunga berwarna kombinasi hitam abu-abu dan terakota.

Ruangan selanjutnya, adalah bagian dapur yang sepertinya dulu merupakan teras halaman belakang, karena menurut penuturan Rukiyah, saat pertama kali ia menempati rumah dinas tersebut bagian itu hanya memiliki atap tanpa dinding.

“Kalau dua rumah di sebelah saya itu, fungsinya berbeda. Rumah yang persis sebelah saya, sepertinya adalah kamar-kamar. Sedangkan rumah yang paling pinggir dari komplek rumah dinas ini, kemungkinan dulunya adalah bagian kamar mandi, karena di rumah itu ada bak air yang sangat besar yang kemungkinan dulunya dipakai sebagai tempat mandinya prajurit Belanda,” kata Rukiyah, yang berusia 85 tahun lebih.

Perempuan asli Bandung itu juga menuturkan, dulu daerah itu tidak padat penduduk seperti sekarang. Hanya ada keluarganya dan keluarga anggota TNI lainnya.

Sementara bagian pinggir rumah dinas yang ia tempati, masih berupa tanah kosong. Sedangkan di pinggir Graha Pancasila, hingga ke lokasi tempat Rukiyah tinggal, dulu berjejer pohon-pohon asam jawa yang daunnya sangat rimbun, sehingga suasananya rindang dan bahkan terkesan angker.

“Makanya kalau sudah magrib, tidak ada orang berani lewat sini lagi. Karena, katanya banyak kuntilanak terbang dari satu pohon asam ke pohon asam lainnya,” ujar Rukiyah, sambil terkekeh geli.

Dia kemudian melanjutkan ceritanya, bahwa bagian depan rumah dinas dahulu adalah benteng, yang kemudian setelah kemerdekaan bangunan tersebut difungsikan sebagai bangunan SDN 2 Pandeglang.

Saat itu, bangunannya masih asli bangunan Belanda, begitu juga dengan Grha Pancasila yang merupakan barak. Sayang sekali, seiring pembangunan, bangunan SDN 2 yang merupakan bekas benteng dan Grha yang merupakan barak militer, dihancurkan untuk kemudian SD-nya dibangun ulang dan murid-muridnya disatukan dengan murid SDN 4 Pandeglang, yang semula lokasi sekolahnya berada di Gedung DPRD Pandeglang saat ini.

“Sekarang bangunan benteng Belanda sudah tidak bersisa. Alhamdulillahirabbilalaamiin, masih ada embung air yang sekarang ada di halaman SDN 4, dan juga halaman kormin Pandeglang. Embung itulah, dulu sumber air kami. Karena lokasi rumah dinas ini kan ada di atas bukit, jadi tidak bisa bikin sumur. Makanya air dari Ciwasiat, dialirkan ke sini lalu disimpan di dalam embung itu, untuk keperluan air bersih rumah dinas TNI dan juga SD,” tambah Rukiyah.

Tapi setelah ada jaringan PDAM, embung itu tidak lagi difungsikan. Begitu juga pohon-pohon asam yang semula menjulang tinggi di lokasi tersebut, saat ini tidak ada yang tersisa, karena seluruhnya ditebang ketika pembangunan Grha Pancasila dan SDN 4 Pandeglang. Satu pohon asam yang sulit ditebang, akhirnya runtuh sendiri pada tahun 90-an. (mardiana)

Tags: Barak MiliterGardutanjakpandeglang
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

TERSANGKA PENCURIAN : Empat tersangka pencurian dengan pemberatan diamankan di Mapolda Banten. (ISTIMEWA)
Banten Region

Empat Pelaku Pencurian Rokok dan Tabung Gas Diamankan Ke Mapolda Banten

Jumat, 4 Sep 2026 16:32 WIB
SAPA NASABAH -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, saat menyapa dan berinteraksi langsung dengan para nasabah Bank Jabar Banten (Bjb) Cabang Pandeglang, dalam momentum Hari Pelanggan Nasional, Jumat (4/9/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

Bupati Dewi Imbau Pelayanan Perbankan di Pandeglang Terus Ditingkatkan

Jumat, 4 Sep 2026 16:27 WIB
PT PWI 6 Hengkang, Wabup Lebak Sentil Pengganggu Investasi
Banten Region

PT PWI 6 Bakal Cabut dari Lebak, Nasib Buruh Jadi Sorotan

Jumat, 4 Sep 2026 14:36 WIB
PENGUKUHAN -- Pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, di Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten, Kota Serang, Jumat (4/9/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

Sofwan Kurnia Pimpin BI Banten, Dewi Setiani Dorong Sinergi Perkuat Ekonomi Daerah

Jumat, 4 Sep 2026 14:27 WIB
Banten Region

Perlintasan Sebidang Akses Pasar Rangkasbitung Ditutup Permanen

Jumat, 4 Sep 2026 12:39 WIB
Tiga Tahun Tak Periksa Kesehatan, Fajar Manfaatkan CKG Pemprov Banten di Kecamatan Curug
Kabupaten Tangerang

Tiga Tahun Tak Periksa Kesehatan, Fajar Manfaatkan CKG Pemprov Banten di Kecamatan Curug

Kamis, 3 Sep 2026 20:21 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

IRIGASI -- Jaringan irigasi Cisata, yang mengairi ribuan hektar sawah, telah selesai dibangun dan diresmikan Gubernur Banten Andra Soni, Rabu (2/9/2026). (ISTIMEWA)

Andra Soni: Irigasi Cisata Pandeglang Tingkatkan Produktivitas Petani

Rabu, 2 Sep 2026 20:41 WIB
Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas

Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas

Selasa, 1 Sep 2026 17:39 WIB
Pasal Penghinaan Terhadap Pemerintah Dihapus dalam KUHP

Pasal Penghinaan Terhadap Pemerintah Dihapus dalam KUHP

Minggu, 30 Agu 2026 14:01 WIB
Pemburu Satwa Liar Diduga Masuk Hutan Baduy, Lembaga Adat Geram

Pemburu Satwa Liar Diduga Masuk Hutan Baduy, Lembaga Adat Geram

Minggu, 30 Agu 2026 19:25 WIB
Pria Marah-marah di Pasar Induk Tangerang, Ternyata Bawa 1.110 Pil Hexymer-Tramadol

Pria Marah-marah di Pasar Induk Tangerang, Ternyata Bawa 1.110 Pil Hexymer-Tramadol

Senin, 31 Agu 2026 14:59 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.