SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Jelang perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-80, fenomena unik sekaligus kontroversial muncul di berbagai daerah dengan maraknya bendera bajak laut dari serial anime One Piece yang berkibar di beberapa titik, menggantikan atau bahkan berdampingan dengan Sang Merah Putih.
Pemandangan tak lazim ini mengundang reaksi beragam, termasuk dari pejabat negara. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office), Hasan Nasbi menegaskan bahwa kebebasan berekspresi adalah hak namun mengganti atau mengesampingkan simbol negara bukanlah sesuatu yang bisa ditoleransi.
“Gini, mau suka atau tidak suka dengan pemerintah itu hak, keduanya pilihan yang sah di Republik ini. Tapi bendera Merah Putih itu bukan pilihan, dia keniscayaan, bendera Merah Putih tidak boleh diganti dengan yang lain, itu saja,” ujarnya saat meninjau program cek kesehatan gratis di SMAN 6 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (4/8).
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengaku belum mendapat laporan adanya pengibaran bendera One Piece di wilayahnya. Ketika ditanya soal sikap resmi Pemkot terhadap fenomena ini, Benyamin menyatakan masih menunggu arahan dari pihak provinsi, dalam hal ini Gubernur Banten.
“Tentu saya juga menunggu dari Gubernur, apakah dibiarkan karena itu ekspresi atau itu diturunkan atau seperti apa saya menunggu arahan. Belum ada laporan yang naikin bendera one piece di Tangsel,” sebutnya.
Benyamin menyampaikan, atas adanya fenomena ini pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait dalam merespon penanganan apabila ditemukan nantinya.
Baca Juga: SIM Keliling Tangerang Selatan Senin 7 September 2026, Lokasi dan Jadwalnya
“Saya belum ada laporan yah, nanti akan saya koordinasi dengan pa kapolres, kesbangpol dan sebagainya seperti apa. Sikap pemerintah kota terhadap bendera one piece, saya belum dapat informasi di Tangsel ada yang ngibarin,” pungkasnya. (eko)
























