SATELITNEWS.COM,TANGERANG—Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gema Sadhana bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gema Sadhana Banten melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Tangerang, Rabu (6/8/2025). Dalam kunjungan tersebut, rombongan tidak hanya memberikan pembinaan rohani, tetapi juga membahas rencana strategis pemindahan vihara di lingkungan lapas.
Rombongan dipimpin oleh Wakil Ketua Umum DPP Gema Sadhana Erwanto Lie, Sekretaris Jenderal Gema Sadhana Wayan Sudane, Ketua DPD Gema Sadhana Banten David Sanjaya, Ketua DPC Gema Sadhana Kabupaten Tangerang Salam, serta Penyuluh Agama Buddha Provinsi Banten Hendra.
Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dari pihak Lapas. Rombongan disambut langsung oleh Kasubsie Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Lapas Pemuda, Rizal Surya Saputra, dan Pembina Agama Hindu dan Buddha, Hafidz Abbas, yang juga bertanggung jawab atas pengelolaan vihara di dalam lapas.
Ketua DPD Gema Sadhana Banten David Sanjaya menjelaskan bahwa rencana pemindahan Vihara merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan spiritual di dalam lapas. “Kami ingin memastikan bahwa warga binaan, khususnya umat Buddha, memiliki sarana ibadah yang lebih layak, tenang, dan representatif. Vihara yang baik tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter dan moral,” ujar David.
Wakil Ketua Umum DPP Gema Sadhana Erwanto Lie turut memberikan motivasi kepada warga binaan yang hadir. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya menjaga semangat hidup dan tidak menyerah pada keadaan. “Setiap manusia memiliki kesempatan kedua. Masa pembinaan ini harus dimanfaatkan untuk memperbaiki diri, memperkuat keyakinan, serta menata masa depan dengan lebih baik. Kami hadir untuk mendukung proses itu,” katanya, disambut tepuk tangan para warga binaan.
Penyuluh Agama Buddha Banten, Hendra, turut memberikan materi pembinaan dengan pendekatan keagamaan dan refleksi diri. Ia menyampaikan bahwa praktik spiritual di dalam lapas adalah bagian dari perjalanan batin yang tidak kalah penting dari kehidupan di luar tembok penjara. “Pembinaan rohani di lapas bukan sekadar rutinitas, tapi jalan pembebasan batin. Banyak dari kita yang menemukan kedamaian dan arah hidup justru dari ruang kecil seperti ini,” ujar Hendra.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Distribusi Buku Motivasi Bagi Napi
Kasubsie Bimkemaswat Rizal Surya Saputra mengapresiasi perhatian Gema Sadhana terhadap pembinaan keagamaan di lapas. Menurutnya, dukungan dari organisasi keagamaan sangat membantu dalam membentuk karakter warga binaan. “Kami membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak yang ingin turut serta membina dan membekali warga binaan agar siap kembali ke masyarakat,” jelas Rizal.
Sementara, Hafidz Abbas menjelaskan bahwa rencana pemindahan Vihara masih dalam tahap pengkajian teknis, termasuk pemilihan lokasi dan kebutuhan sarana prasarana. “Kami ingin memastikan bahwa Vihara yang baru akan memberikan kenyamanan dan mampu menampung aktivitas pembinaan secara optimal,” tuturnya. (mg01)
























