SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mulai mengambil langkah serius menanggapi isu maraknya peredaran beras oplosan yang belakangan menjadi sorotan. Satuan tugas (Satgas) diklaim telah diterjunkan untuk melakukan penyisiran dan pengawasan di sejumlah pasar tradisional serta toko beras.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menyampaikan ada sekitar lima hingga enam pasar tradisional utama yang menjadi fokus pengawasan Satgas, termasuk toko-toko ritel yang menjual beras dalam jumlah besar. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap kemungkinan peredaran beras oplosan di wilayah Tangsel.
“Ya saya sudah menerjunkan tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Satpol PP karena harus cek laboratorium kalau perlu, dari Dinas Kesehatan untuk memeriksa sampel di pasar di Tangsel ini, pasar tradisional ada 5-6 pasar, termasuk toko yang menjual beras,” ujarnya saat ditemui, Kamis (7/8/2025).
Benyamin menegaskan bahwa Satgas Pangan yang dibentuk oleh Pemkot saat ini sudah mulai bekerja di lapangan. Namun hingga hari ini, pihaknya masih menunggu laporan resmi hasil penyisiran dan pengawasan yang dilakukan tim tersebut.
“Sudah dibentuk dan sekarang sudah turun. Sudah turun tapi saya belum dapat laporan hasilnya. Belum ada laporan, nanti mudah mudahan kalo ada laporan saya sampaikan lagi ke temen-temen,” jelasnya.
Isu beras oplosan yang biasanya melibatkan pencampuran antara beras berkualitas rendah dengan beras premium untuk keuntungan sepihak memang tengah menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah. Apabila nantinya ditemukan, Pemkot Tangsel akan berkoordinasi dengan Polres Tangsel.
“Saya berharap tidak sampai ya di Tangsel tapi kalau umpama ada kita sampaikan hasil dari pak kapolres hasilnya,” pungkasnya. (eko)