SATELITNEWS.COM, SERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, mencatat perekonomian di Banten mengalami pertumbuhan 5,33 persen. Pertumbuhan itu, dipengaruhi oleh tingginya pertumbuhan konstruksi sekira 15,36 persen.
Dalam rilis resminya, BPS Banten mencatatkan pertumbuhan ekonomi di Banten sekira 5,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya, atau year on year (yoy) diperiode yang sama. Pertumbuhan perekonomian ini, menjadi angin segar ditengah besarnya badai ketidakstabilan ekonomi nasional.
Ketua Tim Kerja Neraca Wilayah dan Analisis Statistik pada BPS Banten Awang Pramila mengatakan, ekonomi di Banten mengalami pertumbuhan 5,33 persen sampai triwulan kedua ditahun 2025 jika dibandingkan dengan triwulan kedua ditahun 2024 lalu.
“Iya mengalami pertumbuhan,” katanya, Minggu (10/8/2025).
Dia menerangkan, ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan perekonomian di Banten, seperti lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan sangat tinggi adalah konstruksi sebesar 15,36 persen, kemudian disusul oleh jasa pendidikan sebesar 8,84 persen serta real estate sebesar 7,91 persen.
Selanjutnya, kata dia, lima lapangan usaha yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Provinsi Banten pada triwulan II-2025 mengalami pertumbuhan diantaranya adalah industri pengolahan sebesar4,82 persen, perdagangan besar dan eceran seperti reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 2,82 persen, transportasi dan pergudangan sebesar 2,47 persen.
Baca Juga: Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ
“Kemudian, pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 0,41 persen, serta jasa perusahaan sebesar 7,19 persen,” paparnya.
Selain itu, kata dia, dari sisi pengeluaran komponen Pembentukan Model Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,90 persen.
Kemudian disusul komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga, sebesar 3,61 persen, komponen total net ekspor sebesar 2,99 persen dan komponen pengeluaran konsumsi Lembaga Non Profit (LNPRT) tumbuh sebesar 1,31 persen. Sedangkan komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PKP) mengalami kontraksi sebesar 0,42 persen.
“Perekonomian Provinsi Banten jika dilihat berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2025, capai Rp 232,23 Triliun,” tandasnya.
“Sementara perekonomian Provinsi Banten jika dilihat berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 139,12 Triliun,” tutupnya.
Akhir pekan kemarin, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa, tren positif laju pertumbuhan perekonomian di Banten salah satunya karena faktor investasi. Selama semester pertama, kata dia, nilai investasi di Banten mencapai Rp60,74 Triliun atau 50,80 perden dari target investasi nasional yang nilainya mencapai Rp119 Triliun.
Baca Juga: Pengadaan 500 Ribu Perumahan Di Banten Terkendala Lahan
Selain terjadi tren kenaikan ekonomi, hal itu menjadikan Banten sebagai lima besar pertumbuhan positif nasional ditengah melambatnya perekonomian dunia. Terlebih, banyak kegiatan industri di Banten yang menjadi faktor penunjang pertumbuhan ekonomi.
“Sesuai dengan yang disampaikan BPS, laju pertumbuhan ekonomi di Banten mencapai 5,33 persen atau mrlampaui pertumbuhan rata-rata nasional, yaitu 5,01 persen,” katanya. (adib)
























