SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Fenerbahce butuh kemenangan agar bisa lolos ke fase playoff Liga Champions 2025/2026. Syaratnya, tim besutan Jise Mourinho itu mampu membalikkan keadaan saat menjamu Feyenoord pada leg 2 Kualifikasi UCL di Sukru Saracoglu Stadium, Istanbul, Rabu (13/8/2025) pukul 00.00 WIB.
Kubu Feyenoord melawat ke Turki dengan berbekal keunggulan tipis 2-1 dari hasil pertandingan leg 1 pekan lalu, di Stadion De Kuip, Rotterdam, Belanda.
Keunggulan agregat dari leg 1 menjadi bekal positif bagi Feyenoord asuhan Robin van Persie. Di sisi lain, tuan rumah Fenerbahce asuhan Jose Mourinho wajib merebut kemenangan dengan selisih 2 gol untuk membalikkan agregat.
Fenerbahce punya harapan besar untuk membalikkan kedudukan. Mengingat sepanjang musim lalu mereka hanya kalah 1 kali ketika bermain kandang.
Fenerbahce mesti melalui babak kualifikasi UCL 2025/2026, selepas musim lalu hanya finis peringkat 2 di Liga Turki. Perjuangan skuad asuhan Jose Mourinho juga tak mudah, selepas mereka kalah 2-1 di markas lawan pada leg 1.
Pada pertandingan tersebut Feyenoord tampil dominan sepanjang babak pertama. Sementara Fenerbahce mulai coba keluar menyerang ketika masuk babak kedua.
Meski sempat menyamakan skor, tim wakil Turki akhirnya harus pulang dengan kekalahan usai Feyenoord mencetak gol kemenangan pada masa injury time babak kedua, lewat sundulan Anis Hadj Moussa.
Fenerbahce tentu tak ingin nasib mereka berakhir sama seperti musim lalu. Ketika itu tim berjuluk The Yellow Canaries kalah 2-1 di markas Lille pada leg 1, kemudian tetap tertinggal agregat 3-2 usai laga leg 2.
Terlepas dari hasil buruk leg pertama, Jose Mourinho tetap percaya timnya bisa membalikkan keadaan di Istanbul. “Saya memang tidak pernah menang di De Kuip (markas Feyenoord), tetapi saya selalu memenangkan leg kedua. Jika mereka memang lebih baik dari kami, maka saya tidak akan pernah sepercaya diri ini. Kalian tidak akan pernah bahagia lagi selepas leg kedua, kalian akan sangat disambut di Istanbul, selamat datang di Neraka,” jelas Mou via laman ESPN, Kamis (7/8/2025) lalu.
Baca Juga: AC Milan Terancam Gagal Rebut Tiket Liga Champions
Sementara Feyenoord datang ke Istanbul dengan modal kemenangan leg 1. Feyenoord juga tengah dalam momentum bagus, selepas menang 2-0 atas NAC Breda di laga pembuka Eredivise akhir pekan lalu. Hasil tersebut membuat Feyenoord belum kalah dalam 3 laga terakhir di semua ajang.
Akan tetapi tim asuhan Robin Van Persie punya catatan buruk ketika bermain tandang di kompetisi Liga Champions. Mereka belum menang dalam 4 laga tandang terakhir di UCL. Sedangkan catatan clean sheet terakhir Feyenoord di laga tandang UCL, dibukukan tahun 2002 silam ketika bertemu Newcastle United.
Pertemuan terakhir Feyenoord melawan Fenerbahce di Istanbul terjadi pada 2016 silam, yang juga berujung kekalahan. Feyenoord jelas perlu waspada.
Pelatih Van Persie terlihat tenang jelang kunjungan ke Istanbul. Ia menyadari tentang atmosfer pertandingan serta dukungan besar suporter lawan. Tapi ia juga menekankan bahwa timnya tidak akan gentar.
“Kami harus mempersiapkan diri untuk datang ke neraka di Istanbul, suasana dan atmosfer di sana pasti akan sangat baik, dan kami harus memanfaatkannya, kami tidak akan lari,” jelas Van Persie via laman FlashscoreNews, Kamis (7/8/2025).
Fenerbahce relatif tidak punya masalah dari sisi komposisi pemain. Akan tetapi kubu Feyenoord agaknya perlu melakukan penyesuaian mengingat sejumlah pemain inti absen, yakni: Thomas Beelen, Gernot Trauner, dan Antef Tsoungoui.
Namun Feyenoord masih punya pemain rekrutan baru, seperti Anel Ahmedhodzic dan Tsuyoshi Watanabe. Mereka diharapkan mampu berkontribusi kepada tim. (dm)
Baca Juga: Preview Liverpool vs Chelsea, Demi Tiket Liga Champions
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
FENERBAHCE SK (3-5-2): Irfan Egribayat (GK); Mert Muldur, Milan Skriniar, Jayden Oosterwolde; Nelson Semedo, Fred, Sebastian Szymanski, Sofyan Amrabat, Archie Brown; Jhon Duran, Youssef En-Nesyri
Pelatih: Jose Mourinho
FEYENOORD (4-2-3-1): Timon Wellenreuther (GK); Jordan Lotomba, Tsuyoshi Watanabe, Anel Ahmedhodzic, Jordan Bos; Hwang In-Beom, Quinten Timber; Anis Hadj Moussa, Sem Steijn, Leo Sauer; Ayase Ueda
Pelatih: Robin Van Persie
