SATELINEWS.COM. PANDEGLANG – Demi lestarinya kesenian khas Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang, yaitu Kuda Kepang, puluhan pemuda dari 3 perguruan silat belajar sejarah dan cara membuat kuda kepang, dalam acara seminar, workshop,bdan parade Kuda Kepang di Kawedanaan Menes, belum lama ini.
Acara ini diprakarsai oleh perguruan pencak silat Maung Pande. Dalam sambutannya, Ketua Umum Perguruan Pencak Silat Maung Pande, Dr Furqon Haetami mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mewariskan keterampilan membuat kuda kepang kepada anak-anak muda agar kesenian ini tetap lestari hingga di masa depan.
“Selain keterampilan membuat kuda kepang dalam workshop ini juga para peserta mendapatkan pengetahuan tentang sejarah dan asal muasal kesenian kuda kepang sehingga timbul rasa bangga dan ada motivasi untuk melestarikannya,” katanya, Sabtu (16/8/2025).
Lestarinya kesenian ini, menurut Furqon sangatlah penting karena kesenian ini sangatlah indah dan unik karena mengkombinasikan gerak silat, atraksi debus hingga suara alat musik yang rancak.
Selain itu, kesenian ini adalah warisan leluhur yang sudah bertahan ratusan tahun sehingga sangat sayang bila sampai punah.
Maka agar kesenian ini tidak punah, pihaknya saat ini sedang mengajukan kuda kepang sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke Unesco ( United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) dari Kecamatan Menes.
Baca Juga: Babinsa Koramil 0101/Pandeglang Monitoring Penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk 965 KPM
“Kami berharap agar kuda kepang segera disetujui sebagai warisan budaya tak benda,” harapnya.
Sebagai informasi, dalam acara tersebut puluhan pemuda tersebut berasal dari tiga perguruan silat yaitu Maung Pande, Maung Lugay, dan Maung Bodas.
Mereka tampak antusias saat mempelajari cara membuat kuda kepang. Mulai dari pemilihan bambu untuk kerangka kuda, hingga proses menempelkan ijuk di seluruh badan kuda dan terakhir proses menghiasnya.
Tak hanya itu, dalam acara itu juga ada parade kuda kepang dan peragaan kesenian yang usianya sudah ratusan tahun tersebut.
Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang. Tak hanya itu, masyarakat Kecamatan Menes juga antusias menonton acara tersebut. Mereka mengerubungi para pemain Kuda Kepang yang sedang beraksi. (mardiana)
























