SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membuka kembali peluang untuk membuang sampah ke kawasan Lulut Nambo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sampah tersebut rencananya akan diolah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif untuk industri semen.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebenarnya sudah terjalin sejak beberapa tahun lalu. Melalui nota kesepahaman (MoU), sampah dari Tangsel dapat dikirim ke Lulut Nambo untuk diolah bersama pihak ketiga menjadi RDF.
“Artinya kita sudah MoU dengan provinsi Jawa Barat sejak beberapa tahun lalu, untuk membuang sampah ke Lulud Nambo dan kemudian oleh pemda provinsi Jawa barat nanti diolah bekerjasama dengan pihak ketiga diolah menjadi RDF yang menjadi bahan bakar semen Cibinong,” ujarnya, Kamis (21/8).
Menurut Benyamin, pengolahan RDF ini sangat potensial karena kapasitasnya bisa mencapai 2.300 ton sampah per hari. Lokasinya juga dekat dengan pabrik semen, sehingga efisien dari sisi distribusi. Soal waktu mulai pengiriman dan pengolahan, Benyamin mengatakan masih menunggu kesiapan dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan mitra pengelola.
“Saya berharap kerjasama untuk pengolahan sampah di Lulud Nambo bisa kita lanjutkan dan ini intensif akan kita terus bahas bersama dengan DLH provinsi,” jelasnya.
“Disana luas, karena RDF nya untuk bahan bakar industri semen itu bisa 2.300 ton. Lahannya luas, lahan khusus untuk pengolahan sampah dan tidak jauh dari pabrik semen. Pengangkutan sangat berharap lebih dari 500 ton, tergantung, pembicaraan sedang kita siapkan, saya berharap secepatnya,” sambung Benyamin.
Baca Juga: Wali Kota Tangsel Evaluasi PJJ Satu Hari, Abu Vulkanik Masih Terdeteksi
Benyamin menjelaskan keuntungan lainnya yakni akses menuju lokasi pengolahan sampah cukup strategis dan tidak mengganggu permukiman warga. Dimana, jaraknya hanya berjarak empat kilometer dari pintu tol. (eko)
























